Abstract :
Priscylia Audy Pakiding - 2020175253, Judul : Kajian tentang Murka
TUHAN dalam kasus Uza berdasarkan hermeneutik 2 Samuel 6:1-23 dan
implikasinya bagi sikap hidup orang percaya, Pembimbing Dr. Yohanis Luni, M.Th dan Feriyanto, M.Si. Tulisan ini dilatarbelakangi oleh sikap hidup orang percaya dalam memandang kekudusan Allah. Sering kali orang percaya menyepelehkan hal - hal kecil dan menganggap kehendak Allah itu berdasarkan Kasih TUHAN. Kekudusan Allah bukan hal yang dapat dianggap sembrono, melainkan hal yang harus ditakuti. Tidak menghormati kekudusan Allah dapat dengan mudah membangkitkan Murka TUHAN. Berdasarkan teks 2 Samuel 6:1-23, penulis hendak memahami makna Murka TUHAN yang teijadi bagi Uza dan bagaimana melihat implikasinya bagi sikap hidup orang percaya. Metode yang digunakan yakni hermeneutik dengan pendekatan gramatikal - historis. Murka TUHAN atau yang disebut penulis dengan kata kemarahan TUHAN dari terjemahan KJV ?and the anger of the LORD? merupakan puncak dari kemarahan TUHAN yang telah kehilangan kesabaran melihat tindakan umat-Nya. Dibalik kemarahan TUHAN, ada tindakan manusia yang melanggar kekudusan-Nya yakni menyentuh tabut perjanjian Allah. Tabut ini sebagai Symbol bahwa TUHAN hadir di tengah - tengah bangsa Israel. Oleh karena kelancangan ( ) Uza menyentuh tabut perjanjian Allah menyebabkan TUHAN menjadi marah. Sehingga TUHAN menghukumnya karena keberdosaannya yakni pelanggaran terhadap firman TUHAN (Bil. 4:15). Orang percaya mengenal TUHAN yang Mahakasih, mungkin dapat memberikan toleransi terhadap kesalahan manusia. Tetapi dalam kasus Uza manusia dituntut untuk hidup mumi sesuai dengan firman TUHAN. Iman yang mumi akan membawa manusia memahami bahwa TUHAN itu tak terbatas dan manusia tidak dapat menyelami hal itu. TUHAN adil menghukum manusia yang bersalah. Sehingga orang percaya harus yakin pada firman TUHAN yang akan membawanya pada kemumia iman.