DETAIL DOCUMENT
Ineransi Alkitab: sebuah Pencarian Makna tidak dapat Salah melalui Penelusuran Historis Alkitab dan Implikasinya terhadap Gereja Toraja Jemaat Karassik
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Saputra, Ferry
Subject
BS The Bible 
Datestamp
2024-10-01 18:44:06 
Abstract :
Feny Saputra (2020175244), Jurusan Teologi Kristen, menulis skripsi dengan judul ?Ineransi Alkitab: Sebuah pencarian makna tidak dapat salah melalui penelusuran historis Alkitab dan Implikasinya terhadap Gereja Toraja Jemaat Karassik?, dibawah bimbingan Dr. Ismail Banne Ringgi?, M.Th. dan Dr. Yohanis Luni?, M.Th. Apologetika merupakan suatu usaha pembelaan iman dari tuduhan-tuduhan yang keliru, terhadap sebuah kepercayaan. Salah satu tuduhan yang tidak benar terhadap iman kristen adalah tuduhan bahwa Alkitab merupakan buku biasa, punya banyak kesalahan dan bukanlah kitab suci. Sedangkan, diketahui bahwa Alkitab dalam kepercayaan umat kristiani, adalah sebuah kitab suci yang dijadikan sebuah sumber ajaran dan pedoman kehidupan mereka. Kepercayaan bahwa Alkitab adalah firman Allah, dalam kekristenan adalah sebuah tradisi kuno yang terus-menerus diajarkan hingga saat ini. Demikian juga dengan salah satu rumusan doktrin Gereja Toraja, mengakui bahwa Alkitab adalah firman Allah. Kepercayaan yang demikian terhadap Alkitab, tentu saja mengandung paham bahwa Alkitab tidak dapat mengandung kesalahan. Paham inilah yang dimaksudkan dengan ineransi Alkitab. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyingkap sejarah terbentuknya Alkitab yang dipercayai sebagai kitab suci yang tanpa kesalahan. Tidak hanya itu, penelitian ini juga memaparkan implikasi doktrin ineransi Alkitab dalam keliidupan warga Gereja Toraja Jemaat Karassik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian historis. Pengumpulan data yang dilakukan, yaitu dengan studi kepustakaan dan wawancara. Kesimpulan yang dihasilkan oleh penelitian ini yaitu bahwa terdapat sebuah masa yang panjang yang memakan waktu hingga 1575 tahun lamanya untuk para penulis Alkitab menuliskan hasil pengilhamannya. Setelah dilaksanakannya konsili Carthago pada tahun 397 M, barulah Alkitab secara lengkap terbentuk, sama seperti Alkitab saat ini. Kepercayaan akan Alkitab sebagai firman Allah, ternyata telah ada sejak Alkitab masih berbentuk teks-teks, hingga pada masa kini, kepercayaan itu telah menjadi sebuah tradisi yang panjang. Selanjutnya, diketahui juga bahwa doktrin ineransi Alkitab dalam kehidupan warga jemaat Karassik, telah ada dan diajarkan, namun dalam prakteknya, masih kurang mendalam. 

Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA