Abstract :
Yohanis Toding (2020186007). Pada tahun 2022 menyusun skripsi dengan Judul ?Makna Penggunaan Sambu? Dalam Adat Toraja Ditinjau Dari Perspektif Teologi Kontekstual Model Antropologi di Lembang Palesan? dalam penulisan skripsi ini penulis dibimbing oleh Dr. Rannu Sanderan dan Ibu Srimart Ryeni, M.Si. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui makna penggunaan Sambu? dalam adat Toraja ditinjau dari perspektif teologi kontekstual model antropologi di lembang Palesan. Latar belakang tulisan ini yaitu tentang bagaimana makna dan nilai Sambu? sebagai salah satu pakaian adat dalam budaya Toraja di lembang Palesan. Sambu? dalam adat Toraja memiliki beberapa motif warna dan masing-masing warna memiliki makna. Warna cerah seperti kuning, putih dan merah hanya digunakan oleh keturunan to Ma?dika dalam adat Toraja dan Sambu? warna gelap seperti hitam digunakan oleh semua orang dengan ketentuan hanya digunakan pada upacara kematian atau Rambu solo?.
Penggunaan warna Sambu? di lembang Palesan harus di dasarkan pada stratifikasi sosial menurut orang Toraja. Hal ini ditunjukkan melalui aktivitas masyarakat terhadap penggunaan Sambu? di upacara Rambu Tuka? dan Rambu Solo?. Masyarakat golongan bawah tidak diperkenankan untuk menggunakan Sambu? kuning putih dan merah ke upacara Rambu solo? dan Rambu tuka?. Budaya yang terjadi di lembang Palesan tersebut mengenai aturan menggunakan Sambu? telah diwariskan sejak nenek moyang. Masyarakat di lembang Palesan mempercayai bahwa ketika ada masyarakat yang menggunakan Sambu? tidak sesuai dengan statusnya dalam masyarakat maka akan ditimpah malapetaka baginya dan keluarganya. Masyarakat lembang Palesan masih sangat mempercayai adat dan kebudayaan para leluhur yang diwariskan oleh nenek moyang mereka sampai sekarang.
Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna Sambu? dalam adat Toraja ditinjau dari teologi kontekstual, termasuk dalam model Antropologi yakni makna Sambu? dalam adat Toraja ini di pahami sesuai dengan warisan kebudayaan komunitas masyarakat. Seraya memusatkan perhatian pada jati diri, mereka sebagai orang Kristen dalam sebuah konteks tertentu serta berupaya untuk membangun cara mereka yang unik dalam merumuskan iman.
Kata Kunci: Teologi, Kultural, Kekristetenan, Sambu?, Perspektif model antropologi.