Abstract :
ABSTRAK
Yosiana Tiku Allo, 2017. Studi Komparatif Ritus Kematian Yesus Kristus
dan Ritus Kematian Batara lolo di Lembang Makkodo, Kecamatan Simbuang.
Dosen pembimbing Budin Nurung, M. Th dan Christian E. Randalele, M.Pd.K.
Penelitian ini dilakukan berangkat dari permasalahan dimana peneliti melihat
bahwa masyarakat Lembang Makkodo mayoritas menganut agama Kristen, masih melakukan ritus-ritus keagamaan yang dilakukan oleh agama nenek moyang (Agama Aluk Todolo: Alukta). Salah satu ritus yang dilakukan adalah ritual Ma?batara. Dengan masalah ini peneliti ingin mengkaji dengan melakukan studi komparatif antara kematian Yesus Kristus dengan kematian Batara Lolo sehingga dapat menjadi acuan bagi warga jemaat dan masyarakat untuk memahaminya secara teologis. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian sosial dengan pendekatan kualitatif komparatif dan melakukan penelitian pustaka untuk membangun teori sebagai bahan untuk analisis hasil penelitian dan penelitian lapangan dengan teknik wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis komparatif hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ritus Ma?batara adalah salah satu tradisi budaya toraja yang dilakukan setiap bulan April di Lembang Makkodo Kecamatan Simbuang. Maksud dan tujuan ritus ini adalah memperingati kematian Batara Lolo yang diyakini sebagai anak dari Puang Matua. Pemahaman tentang kematian Batara Lolo yang diperingati setiap tahun pada bulan April dapat dikatakan sebagai upacara atau ritus yang memberi makna penghargaan dan penghormatan kepada Batara Lolo sebagai anak Batara Tua sedangkan kematian Tuhan Yesus yang diperingati setiap tahun pada bulan April dipahami sebagai karya Aliah untuk manusia. Batara Lolo dan Yesus Kristus adalah sama-sama berposisi sebagai anak, namun posisi keduanya berbeda dimana Batara Lolo tidak ada penjelasan maknanya sebagai anak, sedangkan Yesus Kristus sebagai Anak Allah bermakna utusan yang melakukan pekerjaan Bapa-Nya. Kematian Yesus sebagai Anak Allah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama, seperti kitab Yesaya 53, Mazmur 22 dan 69 dan hal itu digenapi dalam kitab Injil, sedangkan Batara Lolo tidak dinubuatkan sehingga jelas perbedaan mengenai kematian kedua tokoh tersebut. Tulisan ini diharapkan menjadi acuan bagi warga masyarakat dan warga jemaat untuk memahami arti kematian dan sukacita serta memahami makna ritus dalam perspektif Kristen.
Kata kunci: Budaya, Kematian, Yesus Kristus, Batara Lolo