Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Paonganan, Olyvia Enjelita
Subject
BT Doctrinal Theology
Datestamp
2024-10-08 14:43:57
Abstract :
Olyvia Enjelita Paonganan (2020164508) dengan judul skripsi ?Analisis
Teologis Tentang Keselamatan Menurut Paham Epikuros dan Stoa dan
Implikasinya Bagi Pembinaan Iman Warga Gereja Toraja Jemaat Sandangan,
Klasis Buakayu?. Dibawah bimbingan Dr. Joni Tapingku, M.Th. selaku
pembimbing I dan Roby Marrung, M.Th. selaku pembimbing II.
Permasalahan yang mendasari peneliti mengangkat judul ini adalah Realita
yang terjadi dalam kehidupan umat Kristen bahwa sejumlah umat yang beragama Kristen hanya dikatakan Kristen tetapi tidak percaya akan keselamatan yang sesungguhnya di dalam Yesus Kristus. Dari semua yang menganut agama Kristen sangat besar kemungkinan belum menunjukkan iman percaya sepenuhnya kepada Yesus Kristus. Rasul Paulus menegaskan bahwa keselamatan dalam Yesus Kristus merupakan keselamatan yang sesungguhnya (Kis. 17:23). Berada dan hidup di dalam Yesus Kristus adalah kedamaian hidup yang sejati dan juga memberikan keamanan bagi manusia secara menyeluruh. Sandangan menurut pengamatan sementara
terkesan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah semata-mata dan keselamatan untuk manusia atau pribadi hanya boleh diraih oleh iman percaya kepada Yesus Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya di kayu salib. Metode deskriptif adalah yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, Studi Kepustakaan, Interview dan Dokumentasi. Informan wawancara yaitu Pendeta, Majelis Gereja dan anggota Jemaat di Gereja Toraja Jemaat Sandangan Klasis Buakayu. Instrumen penelitian yang digunakan penulis adalah penulis sendiri. Penulis akan menjadi alat yang utama dalam proses mengumpulkan data.
Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil Keselamatan menurut
aliran Epikuros adalah manusia yang hidupnya tidak dipenuhi dengan rasa takut dan kwatir. Sedangkan bagi aliran Stoa keselamatan dapat dilihat dari perasaan emosi seseorang di mana kadangkala menghadapi persoalan hidup dengan tenang dan tegar sehingga tetap merasakan ketenteraman hidup tetapi mereka juga bisa mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri karena tidak ingin melanjutkan hidup ketika mengalami sebuah masalah atau persoalan hidup. Jika ingin memperoleh keselamatan, manusia harus percaya kepada Yesus Kristus bahwa satu-satunya untuk memperoleh keselamatan adalah melalui ankanya yang Tunggal yaitu Yesus Kristus.
Manusia membutuhkan Allah serta merumuskan pandangan tentang sumber-sumber keselamatan. Orang tidak mungkin dapat mencapai keselamatan di luar Yesus Kristus sekalipun banyak pandangan yang mengajarkan bahwa ada cara lain yang dapat diperoleh agar seseorang bisa mendapatkan keselamatan tanpa harus melalui Yesus Kristus. Keselamatan diterima oleh semua orang yang percaya kepadanya, namun berbeda pula tanggapan setiap insan atas setiap berkat yang diterimanya. Yesus sebagai pemegang kunci keselamatan, manusia perlu berserah kepada Tuhan