Abstract :
Yayu Astuti Lampi, 2020175494, menulis sebuah karya tulis dengan judul
?MORAMBU? dan sub judul ?Kajian Teologis Kontekstual dalam ritual Morambu berdasarkan Imamat 18:6-18 dan Implikasinya Bagi Gereja Toraja Jemaat Moria Singkalong, Klasis Seko Padang, Desa Taloto, Kec. Seko?. Dibimbing oleh Bapak Daniel fajar Panuntun, M.Th selaku pembimbing I dan Ibu Hasrat Dewy R.A.,M.MG selaku pembimbing II.
To Rampi (orang Rampi) yang menduduki wilayah bagian timur Seko, tepatnya di Desa Taloto memiliki ritual yang mereka laksanakan ketika terdapat pasangan yang akan menikah tetapi masih memiliki hubungan darah yakni morambu. Ritual morambu merupakan ritual warisan dari nenek moyang orang Rampi dan masih terpelihara hingga saat ini. Oleh karena itu sebagai orang-orang Kristen yang sudah mengenal Firman Tuhan, sangat menarik untuk menemukan nilai Kekristenan dalam ritual morambu dengan pendekatan teologi kontekstual sehingga kehadiran Kekristenan tidak menggeser kebudayaan masyarakat setempat tetapi justru memberikan pembinaan kepada jemaat, agar mengenal firman Tuhan dalam budaya
mereka. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yakni menemukan nilai teologis dalam ritual Morambu berdasarkan Imamat 18:6-18. Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi untuk menemukan nilai dalam ritual morambu. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan penulis menunjukkan bahwa terdapat kaitan antara morambu dengan kitab Imamat 18-6-18, yaitu bahwa keduanya melarang adanya persetubuhan antar kerabat dekat, karena itu adalah dosa dihadapan Tuhan. Selanjutnya penelitian ini juga menyingkapkan nilai kekristenan dan nilai sosial yang ada di dalam ritual morambu. Nilai kekristenan yang dimaksudkan yakni nilai kasih dan nilai pertobatan, sedangkan nilai sosial yang ada di dalam ritual ini adalah nilai kekerabatan.