Abstract :
Emeil Saruran Patiung, Jurusan Teologi, menyusun skripsi ini dengan
judul ?Pandangan Pendeta Gereja Toraja Terhadap Penyemayaman Jenazah
Di Dalam Gedung gereja Di Gereja Toraja.? Di bawah bimbingan Pdt.
Andarias Tandi Sitammu, M.Th dan Kamia Melda Batu Randan, M.Th, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pada umumnya penyemayaman jenazah di dalam gedung gereja merupakan tradisi gereja lama yang masih dipelihara oleh gereja Katolik. Gereja Protestan pada dasarnya tidak menganut tradisi tersebut. Penyemayamn jenazah
yang dilakukan oleh gereja Protestan terlebih khusus gereja Toraja tidak
dilakukan berdasarkan pemahaman teologi tertentu seperti yang dipahami oleh orang Katolik yakni tentang misa arwah. Penyemayaman jenazah di dalam gedung gereja di gereja Toraja, hanya dilakukan dengan alasan praktis saja serta sebagai bentuk tanda penghormatan kepada para pelayan yang telah mengabdikan diri semasa hidup. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan mengenai boleh tidaknya penyemayaman jenazah dilakukan di dalam gedung gereja dengan alasan tersebut sehingga, boleh tidaknya
penyemayaman jenazah dilakukan di dalam gedung gereja ditentukan oleh
keputusan majelis gereja pada masing-masing jemaat. Tulisan ini merupakan suatu karya ilmiah yang menguraikan tentang pandangan pendeta gereja Toraja terhadap penyemayaman jenazah di dalam gedung gereja di gereja Toraja. Tema ini penting untuk dikaji karena masih terus menjadi kontroversi sehingga pendeta sebagai orang yang telah diurapi untuk mengemban tugas khusus dalam jemaat, bertanggung jawab untuk mengarahkan majelis gereja dalam mengambil keputusan, serta harus memberi pemahaman yang benar kepada seluruh warga jemaat perihal penyemayaman jenazah sehingga
Pendeta pun juga harus terus memperkaya diri dengan pengetahuan mengenai penyemayaman jenazah.