Abstract :
ABSTRAK
Reva Rero, Jurusan Teologi Kristen, Judul Skripsi: Allah Menyesal, Sub
Judul: Studi Hermeneutik Kejadian 6: 1-8 tentang Peyesalan Allah dan
Implikasinya Bagi Umat Kristen Gereja Toraja Masa Kini Mengenai Ajaran
Tentang Allah. Pembimbing 1 adalah Pdt. Dr. Joni Tapingku., M.Th, dan
Pembimbing II Pdt. Samuel Tokam, M.Th.
Adapun tujuan dari tulisan ini adalah untuk menguraikan makna teks Kejadian
6: 1-8 tentang penyesalan Allah dan implikasinya bagi umat Kristen Gereja Toraja
masa kini mengenai ajaran tentang Allah. Penulis memulai dengan gambaran umum mengenai Kitab Kejadian secara umum dan melakukan studi hermeneutik teks Kejadian 6: 1-8 dengan menggunakan pendekatan kritik historis, selanjutnya
memaparkan bagaimana umat Kristen Gereja Toraja memahami ajaran tentang Allah dan bagaimana seharusnya hidup sebagai umat Allah berdasarkan teks tersebut untuk kemudian dibagikan kepada jemaat-jemaat Tuhan sehingga mereka mengetahui makna yang sebenarnya dari teks tersebut dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tulisan ini dilatarbelakangi oleh pemahaman tentang Allah yang masih perlu untuk mendapatkan pemahaman akan sifat dan karakter Allah. Munculnya kalimat Allah menyesal dalam Kitab Kejadian 6 menimbulkan berbagai pandangan atau perspektif yang berbeda, baik itu dalam kalangan warga jemaat maupun para teolog
sehingga dalam Gereja Toraja pun memiliki pengakuan tentang Tuhan Allah di mana Allah dikenal sebagai satu-satunya yang penuh kasih dan pemelihara. Pemahaman ini bagi penulis perlu untuk dijelaskan lebih rinci jikalau kasih yang dipahami bahwa kasih Allah itu sekedar yang baiknya saja. Hal itulah yang menggugah penulis untuk melakukan penelitian bagaimana makna ungkapan ?Allah menyesal? yang sebenarnya dalam Kitab Kejadian 6: 1-8 dan bagaimana implikasinya bagi umat Kristen Gereja Toraja masa kini mengenai ajaran tentang Allah. Setelah melakukan penelitian ini, penulis berharap bahwa pengenalan tentang Allah tidak hanya dibatasi tentang sifat Allah secara umum yang dikenal, yaitu Mahakasih, Mahapengampun, Mahatahu, Mahasempuma dan Mahakuasa dengan pengetahuan dan pemikiran yang terbatas tetapi mengenal Allah perlu direfleksikan dalam kehidupan bahwa Allah itu benci terhadap dosa seperti yang dipaparkan dalam Kejadian 6: 1-8 bahwa kemenyesalan Allah bukan berarti Allah itu terbatas, tidak Mahatahu lagi akan tetapi makna Allah menyesal menunjukkan gambaran tentang Allah agar manusia bias memahami kehendak Allah dan Allah menyesal mau menunjukkan respon Allah atas kebobrokan moral manusia serta keadilan-Nya terhadap ciptaaan-Nya. Dalam zaman sekarang ini banyak ajaran mengenai Allah yang mungkin bertentangan dengan firman Tuhan dan seharusnyalah Gereja memberikan pemahaman yang baik mengenai ajaran tentang Allah agar warga Jemaat tidak salah pemahaman tentang Allah dan iman Jemaat dapat dipertahankan.
ABSTRACT
Reva Rero, Department of Christian Theology, Thesis Title: God Regrets,
Subtitles: Hermeneutic Study of Genesis 6: 1-8 about God's Remorse and Its
Implications for Christians of the Toraja Church Today. Teachings About God.
Advisor I is Rev. Joni Tapingku., M.Th, and Advisor II Pdt. Samuel Tokam, M.Th.
The purpose of this paper is to describe the meaning of the text of Genesis
6: 1-8 about God's remorse and its implications for present-day Toraja Christians
regarding the teachings of God. The author starts with a general description of
Genesis in general and does a hermeneutic study of Genesis 6: 1-8 using a historical criticism approach, then explains how the Toraja Church Christians understand the teachings about God and how they should live as God's people based on the text for later shared with God's churches so that they know the true meaning of the text and can apply it in everyday life.
This paper is motivated by an understanding of God that is still necessary to
gain an understanding of the nature and character of God. The emergence of the phrase God regret in Genesis 6 raises a variety of different views or perspectives, both within the congregation and theologians so that in the Toraja Church also has an acknowledgment of the God of God where God is known as the only one who is loving and caring. This understanding for the author needs to be explained in more detail if love is understood that God's love is just the good thing. That is what intrigued the writer to do research on the true meaning of the expression "God is sorry" in Genesis 6: 1-8 and what the implications are for Christians of the Toraja Church today regarding the teachings about God.
After conducting this research, the writer hopes that the introduction of God
is not only limited to the generally known nature of God, namely, Merciful, All-
Forgiving, Omniscient, Omnipotent and Omnipotent with limited knowledge and
thought but knowing God needs to be reflected in life that God hates against sin as described in Genesis 6: 1-8 that God's remorse does not mean that God is limited, O