Abstract :
Judul ini diangkat penulis karena melihat situasi dan kondisi di Jemaat Buntu
Masakke Klasis Sangalla dengan adanya anak korban perceraian yang berdampak pada psikologis anak. Untuk itu penulis ingin melihat bagaimana pendampingan konseling holistik terhadap anak korban perceraian.
Pendampingan ialah proses penjumpaan, pertolongan antara pendamping dengan orang yang didampingi. Dalam memberikan konseling dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada konseli dalam mengesksplorasi perasaan-perasaannya, dan menemukan apa masakah yang di hadapinya. Dalam pelayananan konseling holistik di di lakukan dengan menggunakan aspek teologis, aspek psikologis dan aspek sosial. Pendekatan yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yakni menggunakan referensi yang terkait dengan
topik yang diangkat, serta menggunakan studi lapangan yakni dengan cara observasi dan wawancara secara langsung di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian penulis, Majelis Gereja di Gereja Toraja Jemaat Buntu Masakke Klasis Sangalla melakukan tanggung jawabnya dalam melakukan pendampingan konseling holistik terhadap anak korban perceraian. Bentuk
pendampingan yang diberikan oleh Majelis Gereja melalui Pendampingan konseling holistik yang dilakukan dengan memberikan perhatian, arahan, bimbingan dan juga nasehat-nasehat kepada anak korban perceraian serta bentuk kepedulian gereja dengan memberikan bantuan diakonia yang diprogramkan gereja.