Abstract :
ABSTRAKSI
IMELDA, 2008, ?PENDAMPINGAN DALAM KETIDAKBERDAYAAN?
dengan Sub Judul Suatu Tinjauan Teologis Praktis Terhadap Pelayanan PWG Bagi Lansia (Lanjut Usia ) di Jemaat Lamunan Klasis Makale Tengah.
Skripsi ini berangkat dari suatu pergumulan terhadap pelayanan gereja Toraja secara khusus bagi para lansia di Jemaat Lamunan. Bagi lansia di Jemaat Lamunan pelayanan hanya difokuskan pada pelayanan Perjamuan Kudus dan pemberian bingkisan Natal. Jelas hal tersebut tidaklah memadai bagi kebutuhan iman para lansia, karena pada dasarnya berdasarkan hasil penelitian ditemukan berbagai keterbatasan pada lansia yang
membuat mereka tidak memungkinkan menghayati persekutuan dan bentuk-bentuk pelayanan yang dikembangkan oleh Jemaat Lamunan. Disamping itu keadaan mereka yang serba terbatas sudah menjadi beban pergumulan hidup dan membutuhkan siraman rohani. Hal tersebut terkait erat dengan pelayanan PWG (Pembinaan Warga Gereja), di
mana PWG merupakan wadah Pembinaan Warga Gereja dalam memperlengkapi iman bagi golongan anngota dewasa yang mana lansia adalah salah satu bagian di dalamnya. Pembinaan Warga Gereja sangat penting dikembangkan bagi lansia dalam rangka menjawab pergumulan hidup yang dialami lansia, sehingga melalui PWG lansia tetap
dikuatkan menjawab tantangan-tantangan iman yang hadir dalam kenyataan hidupnya. Maka upaya-upaya Jemaat Lamunan perlu untuk ditingkatkan dalam mengangkat pelayanan bagi lansia. Perlunya rancangan pengembangan pelayanan pastoral dalam bentuk kunjungan para pelayan secara kontinyu dan pemenuhan hasrat bersekutu dengan
membentuk pelayanan kebaktian bergiliran dirumah anggota tergolong lansia demi upaya maksimal bagi pemenuhan kebutuhan riil para lansia.
Dalam hal ini diperlukan pelayanan, bimbingan, perhatian dari gereja untuk
mengingatkan dan menegor mereka bila telah menyimpang dari kehendak Allah dan menguatkan mereka dalam iman teguh lepada Allah. Agar kerajaan Allah senantiasa nyata dalam dunia, dimana kasih Allah senantiasa dinyatakan dan dirasakan oleh semua
orang termasuk lansia sekalipun. Tetapi selama ini Pembinaan Warga Gereja lebih di fokuskan pada kegiatan-kegiatan OIG, seperti: pembinaan pemuda, PWGT, dan Pembinaan Majelis Gereja. Karena itu gereja semestinya melakukan perkunjungan dan pelayanan yang bergiliran
kepada lansia yang di dalamnya disertai dengan percakapan yang bersifat penghiburan dan bimbingan kepada penyerahan diri yang sungguh-sungguh kepada Yesus Kristus. Karena keadaan lansia yang jarang bertemu satu sama lain maka dapat dilakukan pembinaan secara berkelompok. Dalam pembinaan ini diberikan bimbingan dan penghiburan dalam menjalani masa tua, dan dapat juga diadakan kebaktian berkelompok yang di dalamnya diadakan pelayanan Firman, berdoa dan diselingi dengan acara
rekreasi, menyediakan cukup waktu lowong untuk bercakap bersama-sama.