Abstract :
ABSTRAK
Skripsi ini diberi judul ?Dewi Pertiwiku Menangis ? dengan subjudul ?Suatu
Kajian Kritis Teologis Terhadap Eksistensi Gerakan Teologi Ekofenism dan
Relevansinya Bagi Misi Gereja Dalam Hubungannya Dengan Krisis Lingkungan Hidup?. Salah satu isu global yang aktual dewasa ini adalah kekerasan terhadap perempuan dan eksploitasi yang berlebihan terhadap bumi yang berakibat jauh pada munculnya krisis lingkungan hidup. Persoalan perempuan adalah suatu kenyataan yang tidak akan pernah habis untuk dibicarakan ketika masih ada anggapan bahwa
perempuan adalah secondary creation yang mengakibatkan adanya dominasi laki-laki dan perempun, yang keduanya diberi tugas yang sama untuk berkuasa atas bumi dan segala isinya. Pada hakikatnya keduanya adalah ?manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah? (Kej. 1:27). Dengan demikian seperti halnya laki-laki, perempuan pada dasarnya punya kedudukan dan peran yang sama dalam seluruh aspek kehidupan ini.
Namun kenyataan yang teijadi tidaklah demikian adanya. Perempuan
mengalami ketidakadilan eksistensi dalam hal peran. Demikian pun dengan alam, eksistensi bumi semakin terancam akibat perilaku manusia yang sewenang-wenang memberlakukan mandat yang diberikan Allah untuk menguasai dan menjaga bumi ini. Sehingga terjadilah ketidakharmonisan hubungan antar makhluk yang berimbas pula pada lingkungannya.
Dari perkembangan teologi feminis, maka kaum feminis mencapai dan
membentuk suatu gerakan baru yang kemudian menjadi penghayatan hidup dengan berusaha mencari teologi baru yang kontekstual dengan tujuan mengangkat kembali martabat perempuan dan alam. Gerakan ini dikenal dengan sebutan gerakan teologi ekofenism. Yang merupakan bentuk keprihatinan yang mendalam dari kaum ekofenism akan kekerasan terhadap perempuan dan eksploitasi terhadap bumi ini. Untuk itu persoalan sekarang adalah bagaimana mengembalikan posisi perempuan dan alam pada posisinya yang semula menurut kesaksian Alkitab. Karena
pada dasarnya manusia dan alam adalah sesuatu yang tak terpisahkan, keduanya mempunyai hubungan yang erat. Essensi manusia ditentukan ketika manusia mampu berinteraksi dengan alamnya. Eksistensi manusia sangat dipengaruhi bagaimana ia mampu menjaga alam ini. Untuk itu lewat tulisan ini maka perlu ada kajian terhadap gerakan teologi ekofenism ini dan apa sumbangsinya bagi gereja dalam memberitakan Injil khususnya dalam hubungannya dengan melihat krisis lingkungan hidup.