Abstract :
ABSTRAK
Salma (20072683), tahun 2012. Menyusun Skripsi dengan judul Skripsi : SEKS BEBAS, dengan Sub Judul : Kajian Teologis-Etis Mengenai Seks Bebas Oleh Anak Usia 15-18 Tahun di Gereja Toraja Jemaat Tumale? Klasisi Luwu Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu. Di bimbing oleh Djidon Lamba?, S.Th selaku pembimbing I dan oleh Naomi Sampe, S.Th selaku
pembimbing 11. Seiring dengan kemajuan Zaman yang semakin berkembang, maka semakin berkembang pulalah kehidupan manusia di muka bumi ini. Dari perkembangan zaman ini pula banyak orang
yang cenderung menyimpang dari koridor yang seharusnya. Banyak mengeikuti perkembangan zaman dengan cara yang negatif, tak terkecuali bagi para remaja yang sangat rentang dengan berbagai sikap yang mereka miliki. Di masa ini para remaja sanagt mengutamakan agar gaya dan
pergaulan mereka. Dari gaya dan pergaulan inilah memunculkan hal-hal yang tidak sesuai lagi dengan norma-norma yang ada, dalam hal banyaknya para remaja yang terjerumus ke dalam seks bebas. Alasan inilah yang mendorong penulis untuk meneliti mengenai Seks Bebas Oleh Anak
Usia 15-18 yang terjadi di Gereja Toraja Jemaat Tumale?. Dalam erampungkan penulisan ini, metode yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunkan observasi dan wawancara dengan teknik analisis melalui reduksi data, display data, analisis interpretasi data. Jumlah nara sumber yang diteliti ada 3 orang remaja yang telah melakukan seks bebas, 3 orangtua pelaku seks bebas, dan 2 majelis
gereja di Gereja Toraja Jemaat Tumale?. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor penyalahgunaan seks oleh remaja usia 15-18 tahun adalah pandangan yang salah terhadap makna pacaran yang
menganggap bahwa hubungan seks adalah sebagai bentuk penyaluran kasih sayang dan juga karena faktor pergaulan bebas. Dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan seks adalah menciptakan kenangan buruk, hamil di luar nikah, menggugurkan kandungan (aborsi) dan
penyebaran penyakit. Melalui hasil penelitian disarankan kepada orangtua agar senantiasa membimbing dan mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan mereka, kepada gereja disarankan agar lebih aktif mengajak para remaja agar terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat dan bagi
remaja disarankan untuk berfikir panjang sebelum mengambil keputusan sehungga tidak salah arah dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.