Abstract :
ABSTRAK
Yuyun Veramaya Sampe, 2014. Gereja dan Tugas Panggilannya : Tinjauan
Teologi Praktis Pemahaman dan Implementasi Tugas Panggilan Gereja oleh
Warga Gereja Toraja Klasis Makale Jemaat Imanuel Botang. Dibimbing oleh
bapak Dr. Andarias Kabanga? selaku pembimbing pertama dan bapak Pdt.
Syukur Matasak M.Th selaku pembimbing kedua.
Tulisan ini dilatar belakangi oleh keprihatinan penulis terhadap Gereja yang
telah melupakan tugas dan panggilannya sebagai orang percaya. Pada bagian ini penulis memaparkan alasan memilih judul ini, karena penulis melihat bahwa Gereja dewasa ini bergumul didalam melaksanakan tugas dan panggilannya. Persoalan dalam Implementasi tugas panggilan itu sendiri merupakan persoalan yang didasari oleh diri sendiri, dimana kesadaran akan tugas panggilan sebagai gereja yang hidup menjadi tugas yang harusnya dilaksanakan ditengah-tengah dunia. Pada bagian yang kedua, penulis menjelaskan tentang gereja dan tugas panggilannya. Dimana gereja yang nyata adalah mereka yang setia dan percaya
bahwa mereka merupakan satu tubuh yang merealisasikan kasih Allah terhadap dunia ini. Bersaksi, bersekutu dan melayani merupakan tugas panggilan yang harus dilakukan didalam memberitakan Injil ditengah-tengah dunia ini. Bukan hanya bersaksi saja tetapi juga bersekutu dan melayani ketiganya harus berjalan beriringan. Pada bagian ketiga, penulis memaparkan tentang metode yang digunakan oleh penulis dalam menyelesaikan penulisan dan juga merampungkan informasi
serta data yang ada dilapangan. Metode yang digunakan yaitu melihat,
mendengar dan mengamati secara langsung kenyataan yang terjadi dilapangan sehubungan dengan masalah yang hendak dikaji.
Pada bagian keempat, penulis memaparkan gambaran umum lokasi
penelitian yang terdiri dari gambaran umum jemaat, yaitu letak geografis dan sejarah berdirinya Gereja Toraja Jemaat Imanuel Botang, serta profil jemaat. Dalam bagian ini penulis memaparkan hasil penelitian, dan penulis menemukan kenyataan bahwa faktor-faktor penyebab tidak dilakukannya tugas penggilan gereja, sangat berpengaruh besar terhadap jemaat. Meskipun anggota jemaat telah memahami akan tugasnya akan tetapi Implementasi atas pemahaman tersebut belum dilakukan dengan maksimal. Selain itu pada bagian ini penulis juga memaparkan refleksi teologis terhadap gereja yang hidup didalam kasih Yesus Kristus, yang menyadari akan tugasnya sebagai orang yang telah memperoleh keselamatan.
Akhirnya, tulisan ini hendak memberikan pemahaman yang bermanfaat
tentang kesadaran diri manusia sebagai gereja yang hidup didalam kasih dan karya Kristus.