Abstract :
ABSTRAK
SURI PAKAN, NIRM: 20051967 dalam karya dengan judul: IBADAH
HARI MINGGU, dan subjudul: Suatu Tinjauan Teologis tentang Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kurang Aktifnya Anggota Jemaat Gereja Toraja Cabang Kebaktian Bangkudu dalam Mengikuti Ibadah Hari Minggu.
Ibadah adalah suatu upaya untuk menjalin hubungan yang baik antara
manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesama. Oleh karena itu sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus seyogianya untuk menjadikan kehidupan ini dengan hidup yang tidak terlepas dari ibadah. Ibadah tidak lepas dari kehidupan bergereja, ibadah merupakan realitas rohani yang dibutuhkan oleh setiap orang percaya. Hal ini sangat jelas bahwa untuk memenuhi kebutuhan rohani tersebut maka diciptakanlah kebaktian-kebaktian. Misalnya kebaktian hari Minggu yang merupakan kesempatan di man a jemaat sebagai persekutuan pengikut Kristus, bersama-sama bersekutu memuji Tuhan dan mendengarkan Firman Tuhan. Ibadah itu dilakukan dengan harapan untuk semakin mendekatkan diri umat manusia kepada Tuhan dan lewat ibadah itu manusia dapat memberi respon atas segala kebajikan Tuhan atas kasih dan anugerah yang telah diberikan oleh Allah. Dalam menjalani kehidupan itu manusia terkadang diperhadapkan dengan berbagai tantangan melalui masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupannya sehari-hari. Seperti yang dialami oleh anggota jemaat
di Cabang Kebaktian Bangkudu dimana ada beberapa faktor yang mempengaruhi kurang aktifnya anggota jemaat dalam mengikuti ibadah hari Minggu yaitu karena masalah pekerjaan, kurangnya kesadaran anggota jemaat, merasa trauma dengan keadaan yang pernah dialami, merasa tersinggung dengan tindakan orang lain dan adanya pertikaian yang terjadi karena kesalahpahaman antara anggota jemaat dan majelis jemaat. Dengan masalah-masalah yang dihadapi itu membuat manusia mudah terpengaruh sehingga terkadang manusia lupa bahkan tidak sungguh-sungguh menyadari bahwa betapa pentingnya ibadah itu dilakukan sebagai orang percaya untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam situasi seperti ini perlu adanya tindakan yang serius dari gereja, yaitu pendeta dan majelis jemaat bersama-sama mengunjungi anggota jemaat dan melakukan pembinaan bagi anggota jemaat.
Sebab jika anggota jemaat sudah tidak sungguh-sungguh menyadari akan pentingnya ibadah itu maka kehidupan anggota jemaat akan semakin jauh dari Tuhan sehingga hubungan yang dijalin antara manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesama tidak tercipta lagi dengan baik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode wawancara dan observasi dan karya ilmiah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan pemikiran dalam kaitannya dengan iman Kristen dan lewat tulisan ini pembaca dapat memperoleh pengetahuan yang berguna bagi pertumbuhan kehidupan beriman.