Abstract :
Persekutuan adaiah hakekat gereja dan persekutuan itulah yang menjadikan
gereja untuk beijalan bersama untuk menjalankan tugas gereja dalam dunia. Gereja yang telah dipanggil dalam menyatakan karya Allah dalam dunia harus beijalan bersama-sama dalam melaksanakan tugas tersebut. Persekutuan gereja dilegitiminasi dalam sebuah perekat yang disebut sunhodos atau sinode konsekuensinya sinode adalah hidup bersama. Sinode dalam pemaknaan hidup bersama secara ideal mewujud melalui apa yang tampak maupun yang tidak tampak dalam kehidupan berjemaat antara lain sikap saling menghormati, memahami, suasana damai, saling AAAVAAAIZIU AIW J^WA^J^AAKAAA
kesadaran untuk bertanggung jawab bersama dalam persekutuan maupun dalam masyarakat. Dalam peneletian ini, penulis menggunakan metode kualitatif yaitu dengan mengamati dan melakukan wawancara dengan tujuan mendapatkan informasi tentang bagaiama implikasi hambatan hidup bersinode dan pengembangan kapasitas penataiayanan kelembagaan daiam Gereja Toraja Jemaat Betei Peiendongan Klasis Sangbualambe?. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis menyimpulkan bahwa kurangnya kesadaran dan pengilhaman dalam mengaktualisasikan konsep hidup Shunhodos dalam bergereja serta sikap arogansi dari sebagian Majelis Gereja yang menjadikan jabatannya sebagai hierarki kekuasaan, terbentuknya kelompok-kelompok yang dilatarbelakangi oleh adat dan budaya yang berbeda, serta kurangnya kerja sama bahkan hubungan yang harmonis antara Majelis dan anggota Jemaat. firtaV malrcimalnv» tiflalr ? ? ? J'" J--? J
terealisasinya sebagian besar program yang berujung pada ketidakmajuan hidup
bersekutu dalam Jemaat Bethel Peiendongan, Klasis Sangbualambe?.