Abstract :
Respi Membunga (2011) Kekerasan Verbal Tinjauan Teologis Psikologis tentang
Pengaruh Kekerasan Verbal terhadap Perkembangan Mental Anak Usia 6-12 Tahun di Gereja Toraja Jemaat Balambangi Klasis Masamba Kabupaten Luwu Utara Dalam Kitab Amsal 22:6 menggambarkan bahwa didikan dan pengajaran kepada anak harus sesuai dengan kebutuhan setiap anak dalam tiap-tiap perkembangannya. Didikan yang dimaksud ialah didikan yang senantiasa bertujuan untuk membangun kehidupan anak yang lebih baik secara jasmani maupun rohani berupa sentuhan maupun dalam bertutur kata. Allah menciptakan kata-kata untuk menyembuhkan dan menyatukan (Ams. 18:21a) dan kata-kata memiliki pengaruh yang besar (Bnd. Mrk. 11:23; Mat. 21 :I8-19).
Jadi kekerasan verbal (tindakan yang menyakiti berupa kata-kata kasar) terhadap anak memberikan dampak yang negatif bagi perkembangan mental anak. Karena harkat dan martabat sebagai manusia yang dimiliki oleh setiap anak maka orang tua wajib memperlakukan anak-anaknya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh anak dalam setiap perkembangannya. Sehingga dalam mendidik, orang tua senantiasa mencerminkan cinta kasih melalui ucapan atau kata-kata yang membangun harga diri yang positif dalam diri anak-anak (bnd. Kol 3:12; 1 Ptr.3:10; Ef. 4:29 dan Yak. 3:5-6,8). Berdasarkan penelitian di Gereja Toraja Jemaat Balambangi Klasis Masamba Kabupaten Luwu Utara dapat disimpulkan bahwa dimensi kekerasan verbal seperti penggunaan kata-kata kasar, mencaci-maki anak, mengumpat, dan memberikan label yang negatif pada anak memiliki kaitan erat (signifikan) dengan dimensi perkembangan mental anak. Kekerasan verbal memberikan pengaruh kuat terhadap perkembangan mental anak berdasarkan hasil olahan data primer di lokasi penelitian. Dengan demikian disimpulkan bahwa kekerasan verbal memiliki pengaruh yang negatif terhadap perkembangan mental anak usia 6-12 tahun di Jemaat dan kekerasan verbal di Jemaat Balambangi berada pada kategori sangat kuat. Keyword: Wujud kasih sayang orang tua kepada anak ditunjukkan melalui tindakan dalam bertutur kata yang bertujuan untuk membangun harga diri positif dalam setiap anak.