Abstract :
ABSTRAK
Sandi Yanti (2020), Analisis Dampak Kobbu? terhadap pelayanan di
Gereja Toraja Jemaat Pasang Kalsis Kesu? La?bo?. Di bawah bimbingan Ibu
Algu Sambi Pabangke, M.Pd dan Bapak Theo Dedy Palimbunga, M.Pd.
Saroan merupakan kelompok dalam masyarakat yang terbentuk
berdasarkan Tongkonan Kaparengesan dan terikat oleh nilai-nilai Tongkonan.
Dari Saroan yang terpecah maka terbentuklah Kobbu '. Kobbu' adalah sebuah
kelompok dalam masyarakat yang membawa pengaruh, yang bersifat positif
maupun yang bersifat negatif pada lingkup masyarakat, keluarga dan juga gereja. Kobbu? adalah kelompok yang sebenarnya tidak bisa di bawah ke dalam
lingkup jemaat, karena ketika di bawah ke dalam jemaat maka itu akan lebih
banyak menimbulkan dampak yang kurang baik ketimbang dampak yang bersifat baik. Dalam Alkitab, golongan atau kelompok sudah ada sejak zaman dulu, ada yang mengaku dirinya dari golongan apolos, Kefas, Paulus, namun Kristus tetap mengingatkan kepada umatNya bahwa kita ini satu di dalam Kristus. Penulis membahas topik ini untuk dapat mendeskripsikan dampak
Kobbu' terhadap pelayanan di Gereja Toraja Jemaat Pasang dan untuk
mendeskripsikan sikap Majelis Gereja Jemaat Pasang dalam menyikapi dampak
yang ditimbulkan oleh Kobbu ' di lingkup jemaat. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif dengan pendekatan antropologi budaya. Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari buku sebagai referensi dan dari hasil observasi serta wawancara dengan informan yang sudah ditentukan oleh penulis. Sebagai kelompok yang hanya berlaku di lingkungan masyarakat dan sebenarnya tidak boleh di bawah ke dalam rana gereja, Kobbu' pada akhirnya menimbulkan dampak pada jemaat, secara khusus di jemaat Pasang. Berdsarkan penelitian Kobbu' lebih banyak menimbulkan dampak negatif ketimbang dampak positif. Adapun dampak negatif Kobbu' pada lingkungan jemaat ialah Keija sama dalam gereja mulai tidak di hargai, terjadinya penolakan pelayan untuk melayani karena perbedaan Kobbu', Gereja tertekan dalam menjalankan tugas pelayanan, semangat gotong royong sudah mulai hilang, adanya intimidasi masyarakat terhadap Majelis Gereja, dan terjadinya perpisahan hubungan di tengah-tengah jemaat. Sedangkan dampak positifnya hanya dua yakni meningkatkan pendapatan jemaat dalam hal dana, dan memudahkan Majelis Gereja mengkoordinir pelayanan. Di samping adanya dampak yang di timbulkan, Majelis gereja sebagai pelayan Tuhan dengan cekatan menyikapinya, agar hal baik yang dibawah oleh Kobbu' tidak mendarah daging dalam jemaat. Adapun sikap Majelis Gereja dalam menyikapi hal demikian ialah bersikap empati, bersikap seorang hamba dan bersikap layaknya seorang pemimpin yang lembut.