Abstract :
ABSTRAK
SIMBOL. Simbol merupakan tanda yang lazim ditemukan dalam
kehidupan sosial masyarakat. Namun simbol bukanlah tanda sembarangan yang hanya dilihat sebagai sesuatu yang lazim di dalam masyarakat. Tetapi simbol merupakan tanda yang sarat dengan makna di dalam komunitas-komunitas terterntu. Simbol bukan hanya menandakan sesuatu yang langsung dilihat secara kasat mata tetapi juga menyimpan makna yang mampuh menggugah hati dan pikiran manusia. Simbol tidak bermakna tunggal seperti tanda tetapi bermakna ganda dalam dirinya sehingga tidak terbatas pada apa yang di simbolkan. Seperti itulah simbol penanaman pohon cendana yang disebut kayu bergetah merah seperti darah manusia (kayu ma?rara tolino) dalam upacara Ma?bua? (pesta sukacita) di
Lembang Suloara?, bukan hanya menandakan selesainya upacara itu tetapi juga melambangkan penyertaan Allah dalam kehidupan manusia, hewan serta tumbuhan. Simbol penanaman pohon cendana bukan hanya melambangkan hubungan antara Allah dengan manusia tetapi juga menggambarkan perjalanan kehidupan manusia di dunia. Gambaran perjalanan kehidupan manusia ini ditandai dengan guguranya
daun cendana serta kembali berdaun dalam waktu yang tidak bisa diketahui
dengan pasti. Itulah sebabnya sehingga pohon cendana yang dijadikan simbol dalam upacara Ma?bua?, disakralkan dalam kehidupan bermasyarakat di Lembang Suloara? Kecamatan Sesean Suloara? Kabupaten Toraja Utara. Simbol penanaman pohon cendana dalam upacara Ma?bua? ini memang disakralkan tetapi tidak disembah dan tidak dijadikan tempat penyembahan dalam Alukta.