Abstract :
ABSTRACT
Thesis with the title ?The Role of the Mamasa Toraja Church Assembly in the
Sapankale Congregation in Maintaining the Intergrity of Alliance in Conflict Post Village Head Election?, this was written by Selvina Andara, NIRM 2020154078, Christian Theologhy Study Program, Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (Slr-vKNy 1 oraja, with mcntors ivir. kan ivialmo, S. Ih, Ni.Pd.K, and Ivis. kanm Paembonan, M.Pd.K,
This research is motivated by the occurrence of conflicts between family
members of community even in the congregation after the election of the village head. The values of kinship in a tenuous family no longer have harmony and good communication between family members and aLso members of the congregation. As for the problem formulation in writing this skype is how is the role of the Toraja Mamasa Church Asssembly in the Sapankale Congregation in Maintaining the integrity of the fellowship in the midst of conflict after the election of village heads? As for the purpose of this study is to decribe how the role of the Toraja Mamasa Church Assembly in the Sapankale Congregation in maintaining the integrity of the fellowship after the election of the village head. For to abtain more accurate data in accordance with topies discucced by the author, the autors carry out research with a qualitative approach by observation and interview with 17 informants (11 assemblies and 6 members of teh congregation) in the Sapankale. Congregation the results showed that the role of the assembly Sapankale Church in maintaining the integrity of the fellowship was to pray, direct, advise, control and assist in creating peace, community welfare, healthy fratemity and integration between groups. With this the author gives the suggestion that as an assembly should not stop to direct even if necessary make a visit to the house of the congregation so that a good relationship between family and congregants again created properly. And. the congregation should. maintain the suggestions given by the chuch council. Keywords: assembly, conflict, village head voter.way.
ABSTRAK
Skripsi dengan Judul ?Peran Majelis Gereja Toraja Mamasa Jemaat
Sapankale Dalam Menjaga Keutuhan Persekutuan di Tengah Konflik
Pasca Pemilihan Kepala Desa?, ini ditulis oleh Selvina Andara, Nirm
2020154078, Prodi Teologi Kristen, Sekolah Tinggi Agama Kristen
Negeri (STAKN) Toraja, dengan pembimbing Bapak Yan Malino, S.Th,
M.Pd.K dan Ibu Yanni Paembonan, M.Pd.K.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh terjadinya konflik diantara
anggota keluarga, masyarakat bahkan dalam jemaat pasca pemilihan
kepala desa. Nilai-nilai kekerabatan dalam keluarga renggang tidak ada
lagi keharmonisan dan komunikasi yang baik antara anggota keluarga dan
juga warga jemaat.
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini
adalah bagaimana peran Majelis Gereja Toraja Mamasa di Jemaat
Sapankale dalam menjaga keutuhan persekutuan di tengah konflik pasca
pemilihan kepala desa?, adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah
untuk menguraikan bagaimana peran Majelis Gereja Toraja Mamasa di
Jemaat Sapankale dalam menjaga keutuhan persekutuan pasca pemilihan
kepala desa.
Demi memperoleh data yang lebih akurat sesuai dengan topik yang
penulis bahas, maka penulis melaksanakan penelitian dengan pendekatan
kualitatif dengan cara observasi dan wawancara kepada 17 informan (11
Majelis dan 6 warga jemaat) di Jemaat Sapankale.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Majelis Gereja Jemaat
Sapankale dalam menjaga keutuhan persekutuan adalah dengan cara
mendoakan, mengarahkan, menasihati, mengontrol dan mendampingi agar
tercipta perdamaian, kesejahteraan masyarakat, persaudaraan yang sehat
sertaintegrasi antar kelompok. Dengan ini penulis memberikan saran
bahwa sebagai majelis hendaknya tidak berhenti untuk mengarahkan
bahkan kalau perlu mengadakan perkunjungan ke rumah warga jemaat
agar hubungan yang baik diantara keluarga maupun warga jemaat kembali
tercipta dengan baik. Dan Warga jemaat harusnya memelihara saran-saran
yang telah diberikan oleh majelis gereja.
Kata kunci: majelis, konflik, pemilihan kepala desa.