Abstract :
ABSTRACT
Overall,this thesis starts from various community assumptions specifically
Christians in response to natural disasters that occur. Various view of assuming affects Christian?s attitudes and faiths. Natural disasters that occur lately are inseparable from the role of humans damage the environpment. Natural disasters are not the punishment from God ton human?s sin. But natural disasters can be a waming to make people aware of their
actions to destroy nature. Natural disasters occur to true and untrue people.
Therefore natural disasters must be accepted, served and assessed reduced its bad consequences by further strengthening faith, strengthening commitment moral,and accept suffering as part of normal life. This thesis it only focuses on the attitude of Christians in responding to natural disasters.
This thesis was written by using library research methods,observation and
interview. The research was conducted in the Service area of the Toraja Church Banne Rarukan Congregation of the North Classes in Mengkendek. It showed that the Church members understand to respond the natural disasters that occur as the part of God?s plan, not as punishments so that they keep having hope and be closer to God increasingly.
ABSTRAK
Secara menyeluruh, skripsi ini bertitik tolak dari berbagai asumsi
masyarakat secara khusus orang Kristen dalam menanggapi bencana alam
yang terjadi. Berbagai asumsi pandangan tersebut berpengaruh kepada
sikap dan iman orang Kristen. Bencana alam yang teijadi akhir-akhir ini tidak terlepas dari peran manusia yang merusak lingkungan hidup. Bencana alam bukan merupakan penghukuman dari Tuhan atas dosa manusia. Tetapi bencana alam bisa saja merupakan sebuah teguran untuk menyadarkan manusia atas tindakannya merusak alam, bencana alam teijadi untuk orang benar dan orang tidak benar. Karena itu bencana alam harus diterima, diwaspdai dan dikurangi akibat buruknya dengan semakin memperkuat iman,
memperkokoh komitmen moral, dan menerima penderitaan sebagai bagian
dari hidup yang normal. Dalam skripsi ini hanya berfokus pada sikap
orang Kristen dalam menanggapi bencana alam. Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian pustaka, observasi dan wawancara. Penelitian yang dilakukan di Jemaat Banne Rarukan Klasis Mengkendek Utara menunjukkan bahwa menanggapi peristiwa bencana alam yang terjadi, warga jemaat menerima bencana alam sebagai rencana Allah, bukan penghukuman sehingga warga jemaat tetap memiliki pengharapan dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.