Abstract :
ABSTRAK
ARJOHN; 20123476. Tahun 2016 menyusun skripsi yang berjudul: kajian
Teologis-Praktis Tentang Komunikasi Yang Efektif dalam Keluarga Kristen Di
Gereja Toraja Jemaat Hosiana Beringin, Klasis Bone-Bone. PdL Dr. Ismail Banne Ringgi?, M.Th., sebagai pembimbing I dan Petrus Tiranda, M.Th., sebagai pembimbing II. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan baik secara langsung bertatap muka maupun melalui media komunikasi. Timbulnya masalah atau konflik dalam satu keluarga, salah satunya disebabkan oleh komunikasi yang tidak efektif. Komunikasi yang tidak efektif, menyebabkan kesalahpahaman terjadi sehingga menimbulkan pertengkaran bahkan perkelahian. Sehingga, hal tersebut membawa masalah besar bagi keharmonisan dalam satu
keluarga. Komunikasi dalam keluarga Kristen merupakan hal penting dalam
memahami keadaan dan kondisi masing-masing anggota keluarga. Dengan adanya relasi dan interaksi sesama anggota keluarga diharapkan tidak ada konflik atau masalah besar yang terjadi dalam keluarga Kristen. Sebuah keterbukaan antara satu dengan yang lain membuat hubungan keluarga dapat lebih harmonis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yaitu mengamati dan melakukan wawancara, membuktikan bahwa komunikasi yang efektif sangat penting berdampak baik dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan bahagia. Sehingga, di akhir skripsi ini penulis menyimpulkan bahwa komunikasi yang tidak efektif dalam sebagian keluarga Kristen di Gereja Toraja Jemaat Hosiana Beringin, Klasis Bone-Bone, merupakan salah satu penyebab terjadinya masalah/konflik dalam keluarga; Untuk itu, disarankan kepada keluarga Kristen di Gereja Toraja Jemaat Hosiana Beringin, Klasis Bone-Bone, memahami dan melaksanakan komunikasi yang efektif dalam keluarga. Adapaun komunikasi yang
efektif dalam keluarga Kristen yaitu menciptakan sikap menghargai, terbuka, saling percaya, lemah lembut dan sopan dalam bicara, rendah hati, jujur serta mengambil waktu untuk membicarakan hal-hal yang tidak disukai atau masalah yang terjadi. Sehingga terjalin hubungan interaksi yang tidak menimbulkan kesenjangan atau kesalahpahaman.