Abstract :
ABSTRAK
David Irwanto, 2020154010, Judul Skripsi ?Reinterpretasi Teologis
Terhadap Makna Buku Leso dan Relevansinya Bagi Warga Gereja Toraja
Jemaat Sion Sangayoka?. Pemilihan topik ini dilatarbelakangi oleh pemaknaan buku leso yang menjadi kontroversi dalam kehidupan masyarakat dan warga Jemaat, khususnya yang terjadi di Jemaat Sion Sangayoka klasis Buakayu, dalam kepercayaan aluk to dolo buku leso merupakan sajian yang diberikan kepada to membali puang. Potongan daging ini juga diberikan kepada to parenge' dan ma ?dika karena selain leluhur hanya merekalah yang berhak memakannya dengan demikian berkat dari leluhur akan terus mengalir dalam kehidupan masyarakat. Akan tetapi setelah Kekristenan sudah masuk pemahaman ini kemudian dilarang karena bertentangan dengan iman Kristen hingga puncaknya Gereja Toraja pada Sidang Sinode Kedua melarang pemberian buku leso. Namun dalam pelaksanaanya orang-orang yang sudah Kristen masih terus mempraktekkan pemberian buku leso walaupun kadang-kadang dalam hatinya bertanya apakah ini sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak, demikian juga pandangan orang lain yang memandang mengapa sudah ?Kristen? masih memberikan buku leso. Sehingga kondisi seperti ini yang menjadi perhatian penulis untuk mengkaji makna buku leso secara teologis kemudian memaknainya secara baru sesuai dengan nilai-nilai Kekristenan yang tidak bertentangan dengan Alkitab.
Skripsi ini bertujuan untuk menguraikan makna religius buku leso dalam
aluk to dolo serta melakaukan reinterpretasi teologis dari makna tersebut.
Buku leso ialah pangkal paha yang diberikan kepada to parenge? atau
ma'dika selaku pemangku adat. Kebiasaan memberinya adalah ketetapan dari
leluhur. Bagi to Parenge' buku leso memiliki makna religius dan makna
sosiologis. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian dengan
pendekatan kualitatif yakni dengan mengamati dan melakukakan wawancara
dengan tujuan mendapatkan informasi yang efektif sehubungan dengan masalah yang penulis kaji. Dari hasil wancara dan pengamatan serta analisis data, dapat disimpulkan bahwa buku leso adalah sajian kepada leluhur. Buku leso diberikan kepada ma ?dika atau to parenge' selaku kewajiban yang sudah ditetapkan leluhur. Makna buku leso telah beruba setelah berjumpa dengan Kekrsitenan sebagai penghargaan namun tidak terikat kepada lehur to ma ?dika, kemudian diberikan kepada Pendeta selaku media dari Tuhan untuk menyalurkan berkat bagi umat.
ABSTRACTIONS
David Irwanto, 2020154010, The title of the ?theologikal reinterpretasion to
the mcaning of the buku leso and its relevance to the people of the church to
the Toraja Sion congregation Sangayoka, Classic Buakayu?.
This topic is set in the background by using buku leso that have
controversial in life community and Citizen of the conngregation, particularly the
case in Sion Sangayoka congregation classic Buakayu, in the of dear dolo buku
leso is a patchwork of the given to to membali Puang. This chunk of meat also
given to to parenge' and ma?dika for besides ancestors jus them the righteous eat it thus a blesing from the ancestors will continue to flow in people?s lives. But
once Christianity is in this understanding was then forbidden because it
contradicted the cristian faith culminating in the Toraja church of the second
synod forbids the giving of the buku leso. But in the course of those who are
already christians, the Cristian continues to stick around given buku leso, though
sometimes in his heart, often asks whether this is in accordance with the Lord?s
will not the saine is true of others the buku leso. So it?s a condition like this that
the writer Cares about. To examine the theological meaning of buku leso and then to speak of ie in new terms to the value of Christianity that?s not against the bible. It aimas to describe a religious significance buku leso in Aluk to dolo and
reinterpretation oof the meaning. Buku leso is the groin given to the parenge? or ma?dika As a prefect, the habit of giving him. This of giving is is the decree of my ancestors. Buku leso has a religious and sociological meaning.
In this research the author used a research method with a qualitative
approach of observing and doing interviews In order to get efective information
with the matter of writer meticulous. From interviews and observations and data anaycs, it could be deduced that buku leso is a recipe for ancestors. Buku leso giving to rna ?dika or parenge? a duty as a matter of fact. Meaning of the buku leso changed after meeting with Christianity in appreciation but not bound to the ancestors of ma?dika, them given to priets as medium from the Lord to dispense blessings for people.