Abstract :
ABSTAKSI
Ami Rante (20031723) PERSELINGKUHAN Dengan subjudul Suatu Kajian Teologis
Psikologis Tentang Dampak perselingkuhan orang tua terhadap perkembangan
psikologis anak dalam keluarga Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak yang ditimbulkan oleh perselingkuhan orang tua terhadap perkembangan psikologis anak dan bagaimana membangun kembali setelah perselingkuhan orangtua. Dalam merampungkan penulisan ini penulis menempuh metode kepustakaan. Judul ini dipilih sebagai bahan perenungan
bagi keluarga khususnya keluarga Kristen tentang bagaimana orang tua dapat menjadi teladan dalam keluarga. Perkawinan yang dikehendaki oleh Allah adalah perkawinan monogami tidak mengenal oknum ketiga, hanya persekutuan hidup yang terdiri dari suami dan istri yang berlangsung secara kontinyu. perkawinan merupakan prakarsa sang pencipta sehingga manusia berkewajiban menjaga kesuciannya. Dalam ikatan suami istri harus didasarkan\pada kesetiaan, itulah sebabnya Yesus mengatakan apa yang telah dipersatukan oleh
Allah tidak dapat diceraikan oleh manusia. Hal ini nyata ketika Yesus menghadiri pesta perkawinan di kana. Keluarga sebagai Gereja kecil adalah tempat menanamkan nilai-nilai yang berpengaruh dan paling mendasar dalam mendidik anak, sehingga kesetiaan dan keharmonisan yang dibangun oleh orang tua dalam rumah tangga menjadi alat untuk memperkenalkan kesetiaan Tuhan kepada anak-anak.