Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Irawan, Andhika Zabatriana
Subject
BV Practical Theology
Datestamp
2024-11-01 06:04:47
Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergumulan para pendeta Gereja
Toraja Mamasa yang tidak menjadikan pendeta secara otomatis sebagai ketua majelis dan juga beberapa warga Gereja Toraja Mamasa yang belum memahami jabatan struktural dan peran pendeta sehingga majelis gereja dan pada umumnya warga jemaat tidak memberi kesempatan kepada pendeta untuk menjadi ketua majelis. Alasannya jika pendeta menjadi ketua majelis, tugas tanggungjawab pendeta tidak maksimal dilakukan untuk menggembalakan dan menuntun umat Allah. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah mengapa para pendeta di Gereja Toraja Mamasa tidak secara otomatis dijadikan sebagai ketua majelis?. Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah mengetahui alasan para pendeta di Gereja Toraja Mamasa tidak dijadikan sebagai ketua majelis dan kajian ini menjadi bahan pertimbangan bagi Sinode Gereja Toraja Mamasa menjadi bahan rekomendasi agar Tata Dasar dan Tata Rumah Tangga Gereja Toraja Mamasa menambahkan bagian pasal bahwa pendeta GTM otomatis menjadi ketua Badan Pekeija Majelis
Jemaat. Demi memperoleh data yang lebih akurat sesuai dengan topik yang
dibahas, maka penulis melakukan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pendeta di Gereja Toraja Mamasa tidak diberi peluang baik menjadi ketua majelis alasannya karena dalam Tata Dasar dan Tata Rumah Tangga Gereja Toraja Mamasa tidak mengatur spesifik akan hal tersebut juga didukung dari pemahaman warga Gereja Toraja Mamasa yang sangat minim tentang jabatan struktural pendeta. Kata kunci: Pendeta, peran struktural, fungsional, jabatan gerejawi.