DETAIL DOCUMENT
Penyebab Kurangnya Minat Anak Sekolah Minggu Mendengarkan Cerita Alkitab di Gereja Toraja Jemaat Efrat Ratteayun Klasis Rembon Sado’ko’
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Paminnakan, Heppy
Subject
BV1460 Religious Education 
Datestamp
2024-11-02 13:33:52 
Abstract :
ABSTRAK Heppy Paminnakan menyusun skripsi dengan judul: ?Penyebab Kurangnya Minat Anak Sekolah Minggu Mendengarkan Cerita Alkitab di Gereja Toraja Jemaat Efrat Ratteayun Klasis Rembon Sado?ko9?, yang diajukan kepada Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Toraja. Pemilihan topik ini, dilatarbelakangi oleh pengalaman penulis dalam melaksanakan tugas sebagai guru Sekolah Minggu di jemaat tersebut. Penulis melihat bahwa ada sebagian dari anak Sekolah Minggu di jemaat ini khususnya pada kelas kecil, yang kurang berminat dalam mendengarkan cerita Alkitab dalam ibadah Sekolah Minggu, meskipun guru Sekolah Minggu telah menggunakan berbagai metode dalam mengajar. Mereka lebih tertarik pada cerita lain daripada cerita Alkitab. Selain itu, ada juga sebagian dari mereka yang selalu ribut, mengganggu temannya, bermain dan keluar masuk ruangan ketika guru Sekolah Minggu sedang bercerita. Hal tersebutlah yang mendorong penulis untuk ingin mengetahui apa penyebab dari masalah tersebut. Untuk mendapatkan data sehubungan dengan topik di atas, maka penulis melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif atau dengan cara opservasi dan wawancara dengan tiga guru Sekolah Minggu, dua orangtua anak dan empat anak Sekolah Minggu, yang kemudian disebut sebagai informan untuk memberikan data yang dibutuhkan. Berdasarkan data yang diperoleh, penulis mendapatkan bahwa penyebab kurangnya minat anak mendengarkan cerita Alkitab disebabka oleh beberapa hal yaitu, kurangnya dorongan dari orangtua, anak-anak lebih menyukai bermain game dan cerita film dibandingkan cerita Alkitab, pengaruh dari teman-teman atau lingkungan sosial, kurangnya keija sama antara guru Sekolah Minggu dengan orangtua dan ada sebagian guru Sekolah Minggu yang kurang kreatif dalam mengajar. Penulis melihat bahwa penyebab utama dari masalah tersebut ialah kurangnya keija sama antara guru Sekolah Minggu dengan orangtua. Dengan demikian, sangat diharapkan kepada guru Sekolah Minggu dan orangtua untuk menjalin keija sama yang baik agar keduanya dapat mengetahui kebutuhan anak-anak Sekolah Minggu. 

Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA