Abstract :
Yenita Markus (2020143788). Judul Skripsi Kajian Eksegesis tentang
Perkataan Yesus ?Biarlah Orang Mati Menguburkan Orang Mati? dalam
Matius 8:21-22 dan Implementasinya Bagi Kehidupan Umat Kristen. Penulis
dibimbing oleh Andarias T. Sitammu, M.Th. selaku pembimbing I (satu) dan
James A. Lola, M.Th. selaku pembimbing II (dua). Mengikut Yesus berarti mengabdikan totalitas kehidupan untuk melakukan yang Tuhan kehendaki dengan sungguh-sungguh dan bersedia menghadapi segala resiko yang akan terjadi. Pemikiran tersebut yang sekilas tergambar dalam Matius
8:21-22, yang memuat sebuah jawaban Yesus yang ditujukan kepada salah satu murid-Nya yang ingin pergi dahulu menguburkan ayahnya dan Yesus menjawab
dengan sebuah kalimat singkat ?biarkanlah orang mati menguburkan orang-orang
matinya sendiri?. Maksud perkataan Yesus tersebut yang dikaji dalam penelitian
ini serta implementasinya bagi kegidupan umat Kristen.
Metode yang penulis gunakan dalam menyelidiki dan mengkaji makna
perkataan Yesus dalam Matius 8:21-22 adalah metode penelitian kualitatif
berdasarkan kajian eksegese serta membaca buku-buku yang terkait dengan pokok yang diteliti studi pustaka. Hasil dari penelitian tersebut yaitu ?Biarlah Orang Mati Menguburkan Orang Mati? (a(f>eq wvg vsKpobc; Oaipai TOVQ eavrcov v&cpovg) adalah sebuah ungkapan peribahasa (Proverbial Saying) yang menggunakan majas tautologia yang sifatnya
menyindir (satirical tautology), bertujuan untuk memberikan pengajaran bahwa menjadi seorang murid Yesus menuntut sebuah prioritas dan kesungguhan yang radikal untuk memberitakan Kerajaan Allah. Setiap umat Kristen yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mempunyai tugas untuk memberitakan Kerajaan Allah dengan penuh kesungguhan sesuai dengan panggilan masing-masing dimana pun berada. Khususnya setiap pelayan Tuhan yang telah diutus untuk mengerjakan sebuah tugas khusus menjadi seorang pemberita Firman Tuhan penting untuk melakukan tugas panggilan dengan sungguh-sungguh sehingga hal-hal yang dianggap sangat penting seperti tradisi-tradisi yang sedang berkembang dalam masyarakat tidak menjadi sebuah alasan untuk menunda atau menolak tugas panggilan.