Abstract :
LANDORUNDUN, studi teologis tentang nilai pedagogis yang terdapat
dalam legenda Landorundun. Enos Sulo 20072703, pembimbing satu: Pdt. Drs. Daud Sangka? P., M.Si., pembimbing dua: Mery Toban, S.Th., M.Pd. K.
Ulelean pare sebagai salah satu bentuk pendidikan dalam masyarakat
Toraja seakan tergilas oleh perubahan zaman. Penanaman nilai moral bagi anak dalam masyarakat Toraja melalui ulelean pare lumpuh dan tidak lagi di ceritakan. Waktu senggang yang seharusnya diisi dengan memberikan perhatian penuh kepada anak dan menceritakan ulelean pare di ambil alih oleh menonton TV, dan berbagai kesibukan lain. Hal ini disebabkan oleh suatu paradigma tentang ulelean pare yang dianggap tidak penting lagi dan tidak sesuai dengan zaman sekarang. Melihat keberadaan uleleanpare yang sedang berada dalam krisis identitas bahkan hampir punah, penulisan ini bertujuan untuk melihat nilai-nilai yang didapat dari ulelean pare. Dengan melihat nilai pendidikan dalam ulelean pare tersebut, akan muncul kesadaran untuk tetap menjadikan ulelean pare sebagai
salah satu sarana pendidikan bagi anak. Penulis mengangkat masalah tersebut dengan pendekatan kualitatif. Perolehan data dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan studi kepustakaan, observasi dan wawancara khususnya dari masyarakat To?bubun kecamatan Sesean
Suloara?. Dalam hasil penelitian penulis menemukan beberapa nilai pedagogis yang terdapat dalam Legenda Landorundun yang penulis kaji secara teologis. Nilai-nilai tersebut penting ditanamkan kepada anak sejak dini sehingga mereka tumbuh dengan penuh kearifan, selain itu dapat menjadi akses pembentukan karakter anak. Berdasarkan uaraian teori maupun pemaparan fakta di lapangan, maka penulis menyimpulkan bahwa ulelean pare sarat dengan nilai moral yang bermanfaat untuk mendidik anak, karena itu ulelean pare harusnya tetap di ceritakan kepada anak.