Abstract :
Jatero Dalam Karyanya Dengan Judul Pendidikan Seks Usia Dini dan Sub
Judul Suatu Tinjauan Teologis Etis Tentang Peranan Guru Dalam
melaksanakan Pendidikan Seks Terhadap Siswa-Siswi SMPN Ganda Dewata
Desa Karataun Kecamatan Kalumpang Kabupaten Mamuju Propinsi Sulawesi
Barat. Pendidikan seks merupakan hal yang penting diajarkan kepada anak-anak sejak dini, secara khusus ketika mereka memasuki usia remaja. Dikatakan penting sebab pada masa-masa tersebut remaja berada pada masa transisi di mana sangat rawan bagi mereka untuk mencoba segala sesuatu yang selama ini masih berada di luar pengetahuan, termasuk dalam hal seks bebas. Jika hal tersebut, sampai teijadi maka dapat saja menimbulkan efek yang sangat merugikan bagi dirinya sendiri
maupun bagi lingkungan sosial tempat dia berada baik keluarga maupun masyarakat. Perilaku seks bebas dapat memaksakan anak-anak yang secara psikologis belum siap menikah dan berkeluarga harus hamil di luar nikah dan memaksakan mereka untuk menjalani pernikahan dini. Di samping itu, seks bebas juga dapat menimbulkan* berbagi peyakit kelamin seperti AIDS. Dari segi keagamaan, perilaku seks bebas merupakan pelanggaran terhadap kekudusan seks sebagai karya Allah. Pemberian informasi tentang seks sedini mungkin berdasarkan iman Kristen akan membuat anak-anak memperoleh pengetahuan bahwa seks adalah Anugerah Allah yang hanya dapat dinikmati oleh manusia yang sudah dikuduskan dan diberkati
melalui pemberkatan nikah, serta anak-anak tidak akan menyalagunakan seks serta tidak akan terjerumus ke dalam seks bebas dan akan mengetahui dampak negative dari seks bebas. Inilah yang diharapkan dari karya ilmiah ini. Berangkat dari pemahaman tersebutlah, maka guru-guru khususnya guru
PAK sangat diharapkan peranannya dalam mendidik dan mengajar serta membimbing dan mengarahkan siswa-siswi untuk memahami arti dari pada seks itu. Selain dari pada itu, para guru harus berperan dalam memberikan pembekalan dan penerangan kepada anak-anak untuk siap menerima dan tidak merasa asing ketika mereka mulai mengalami perkembangan seks dalam hidupnya serta guru-guru khususnya guru PAK sedini mungkin memberitahukan makna seks dan kapan berhubungan seks
berdasarkan iman Kristen, juga memberitahukan dampak negatif dari seks bebas. Atas dasar itulah, maka penulis kemudian mencari tahu apakah para guru mengajarkan pendidikan seks di sekolah dengan mengambil tempat penelitian di SMPN Ganda Dewata Desa Karataun Kecamatan Kalumpang Kabupaten Mamuju. Dari hasil penelitian tersebut penulis menemukan fakta bahwa di antara para guru sudah ada yang mengajarkan pendidikan seks walaupun dari segi materinya masih terlalu umum, tetapi ada juga yang tidak mengajarkan karena menganggap anak pada usia remaja belum layak mengetahui tentang seks.