Abstract :
WINDA CHRISTIKA. Eksegese Nahum 1:2-8 Allah cemburu dalam
Nubuat Kehancuran Niniwe dan Implementasinya Bagi Orang
Berdosa.(Budin Nurun dan Sumiaty). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna Allah cemburu dalam kitab Nahum 1:2-8 dan melihat penerapannya bagi kehidupan orang berdosa atau umat Tuhan saat ini.Gambaran yang digunakan manusia untuk melihat Allah dalam kehidupannya sangat beragam. Umat Allah melihat-Nya sebagai yang
Sempurna yang tidak memiliki kepribadian yang sama dengan manusia. Namun, terlihat dalam kitab Nahum mendeskripsikan Allah yang mempunyai pribadi yang sama dengan manusia ialah cemburu. Terkadang hal ini menimbulkan kesalahpahaman bagi umat Tuhan tentang pengertian terhadap pribadi Allah. Sebab itu, sangat penting memiliki pemahaman mendalam tentang Allah cemburu. Sehingga umat Tuhan mampu mengerti dan menerapkan Allah cemburu dalam kehidupannya.
Kalimat Allah cemburu muncul dinubuat Nahum untuk menyatakan
kebesaran Allah di atas kehidupan bangsa yang tidak lagi mengindahkan
kedaulatan Allah. Orang berdosa yang hidup saat ini dalam menjalani
kehidupannya sebagai umat Allah perlu memahami Aliah Cemburu dalam Nahum 1:2-8, bahwa kepedulian Allah terhadap orang berdosa sangatlah besar. Allah memberikan peringatan serta kesempatan kepada orang berdosa untuk datang berbalik kepada Allah. Dalam penyelesaian penelitian ini, metode yang digunakan ialah metode kualitatif yang data-datanya diambil dengan melihat buku-buku, tafsiran, kamus-kamus, dan literatur lainnya yang menyangkut dengan teks serta menggunakan metode eksegese berupa gramatikal-historis. Kata Kunci: Allah cemburu, kehidupan, berdosa, umat Tuhan, Niniwe