DETAIL DOCUMENT
Hermeneutik Markus 10:13-16 dan relevansinya bagi Gereja yang Berpihak pada Anak-Anak
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Riadi, Gede Slamet
Subject
BS The Bible 
Datestamp
2024-11-06 13:19:33 
Abstract :
Gede Slamet Riadi, 2014. Judul Skripsi: HERMENEUTIK MARKUS 10:13-16 DAN RELEVANSINYA BAGI GEREJA YANG BERPIHAK PADA ANAK- ANAK. Dosen Pembimbing: Roby Marrung, S.Th dan Mery Toban, S.Th.jM.Pd.K, Penelitian ini mengkaji tentang sikap Yesus terhadap anak-anak berdasarkan Injil Markus 10:13-16 dan relevansinya bagi gereja yang berpihak pada anak-anak. Adapun masalah dalam penelitian ini yaitu: mengapa murid-murid menghalangi anak-anak kecil untuk datang kepada Yesus dalam perikop ?Yesus Memberkati Anak-anak? dan bagaimana relevansi Markus 10:13-16 bagi gereja yang berpihak pada anak-anak. Berdasarkan masalah tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hal-hal yang melatarbelakangi murid-murid menghalangi anak-anak kecil untuk datang kepada Yesus dan relevansi Markus 10:13-16 bagi gereja yang berpihak pada anak-anak. Berdasarkan hasil pengkajian dan analisis terhadap Markus 10:13-16 maka dapat dipaparkan sebagai berikut: Murid-murid menghalangi anak-anak untuk datang kepada Yesus karena ada budaya dalam masyarakat Yahudi yang memandang rendah anak-anak. Mereka dianggap memiliki status sosial yang rendah karena belum bisa memainkan perannya sehingga mereka disepelekan dan dipandang tidak berarti. Hal itu juga yang memengaruhi konsep para murid tentang anak-anak sehingga mereka menghalangi anak-anak kecil yang datang kepada Yesus. Melalui peristiwa memberkati anak-anak, Yesus ingin mendobrak diskriminasi terhadap anak-anak agar orang-orang Yahudi dan juga murid-murid-Nya sadar bahwa anak-anak memiliki peran penting dalam masyarakat dan mereka harus diperhatikan. Anak-anak merupakan bagian penting dalam gereja yang harus dilayani dengan kasih. Sebagai anggota Kerajaan Allah, anak-anak perlu mendapat pelayanan yang serius dari gereja. Mereka adalah masa depan gereja, masa depan bangsa dan negara yang masih membutuhkan pembinaan dari orang dewasa. Gereja harus menyadari bahwa masa depan gereja ditentukan oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, yang dimulai dari anak-anak. Gereja perlu memerhatikan sarana dalam membina anak-anak, materi pembinaannya, dana maupun para tenaga pengajar Sekolah Minggu yang kompeten. Gereja harus menunjukkan kasih, kepedulian, sedia menyambut, dan menerima anak-anak seperti yang telah diteladankan Yesus dalam pelayanan-Nya. 

Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA