Abstract :
?Jika Pohon terakhir telah tumbang, sungai terakhir telah
tercemar, ikan terakhir telah ditangkap, maka manusia akan
sadar bahwa uang bukanlah segala-galanya? _(GreenPeace/
Tulisan ini diberi judul: Hukum Allah dan Hukum Alam , dengan sub judul: Studi
eksegetis terhadap Imamat 25:18-22 dan keterkaitannya dengan masalah ekologi
dan ekonomi dewasa ini, serta relevansinya bagi kepentingan bumL
Study ini berangkat dari keprihatinan penulis terhadap bumi yang dipijak dan
langit yang dijunjung. Bumi yang memberikan umat manusia kehidupan bahkan juga kapada segala mahkluk, laksana air susu ibu yang terus memancar, memberikan apa yang mampu ia berikan. Langit yang perkasa memberikan kehangatan, laksana lengan yang kuat menudungi, melindungi dan menjaga anak-anak di bawahnya. Namun manusia seolah buta dengan semua itu, tuli dengan seruan alam, dan tampaknya mulai kehilangan indra perasanya, yang demi kebutuhan dan kepentingannya semata melukai alam dan melanggar tatanan-tatanan keseimbangan yang ada. Di mana itu merupakan hukum yang Allah tempatkan atas bumi demi kemaslahatan semesta. Manusia yang didorong oleh laju pergerakan ekonomi demi mencukupi kebutuhannya serta hanya demi pemuasan hasratnya, bagaikan rayap yang menggerogoti rumahnya sendiri. Demi kepentingan ekonomi yang sifatnya sesaat, maka faktor ekologi menjadi korban dan tentunya itu akan mengancam umat manusia kembali.
Dalam Imamat 25:18-22, sehubungan dengan perayan tahun Sabat dan tahun
Yobel, manusia diingatkan agar selalu menginstrokpeksi dirinya. Seberapa jauh
mereka telah melakukan dan memelihara hukum - hukum Allah tersebut demi
kesejahteraan mereka sendiri. Implikasi dari penerapan hukum Allah itu berdampak pada kelangsungan hubungan mutualisme antara manusia dengan lingkungan alamnya dan juga di antara sesamanya. Allah menempatkan hukum-hukum dan aturan atas bumi ini demi keadilan-Nya dan kasih-Nya agar semua ciptaan dapat hidup dalam keteraturan dan kedamaian. Hukum alam merupakan hukum Allah sendiri; hukum yang Allah tempatkan atas semesta untuk menjaga kelangsungan dan keseimbangan ciptaan. Jaminan berkat Allah tersedia bagi setiap orang yang percaya dan taat memelihara dan melakukan fiman-Nya. Selain konsekuensi hukum alam, campur tangan Ilahi akan turun atasnya mencurahkan berkat dan membawa damai sejahtera sebagai wujud Kerajaan Allah atas bumi.