DETAIL DOCUMENT
Hukum Allah dan Hukum Alam: Stud i Eksegetis terhadap Imamat 25:18-22 dan Keterkaitannya dengan Masalah Ekologi dan Ekonomi Dewasa ini, serta Relevansinya bagi Kepentingan Bumi
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Arnold, Arnold
Subject
BS The Bible 
Datestamp
2024-11-06 13:52:02 
Abstract :
?Jika Pohon terakhir telah tumbang, sungai terakhir telah tercemar, ikan terakhir telah ditangkap, maka manusia akan sadar bahwa uang bukanlah segala-galanya? _(GreenPeace/ Tulisan ini diberi judul: Hukum Allah dan Hukum Alam , dengan sub judul: Studi eksegetis terhadap Imamat 25:18-22 dan keterkaitannya dengan masalah ekologi dan ekonomi dewasa ini, serta relevansinya bagi kepentingan bumL Study ini berangkat dari keprihatinan penulis terhadap bumi yang dipijak dan langit yang dijunjung. Bumi yang memberikan umat manusia kehidupan bahkan juga kapada segala mahkluk, laksana air susu ibu yang terus memancar, memberikan apa yang mampu ia berikan. Langit yang perkasa memberikan kehangatan, laksana lengan yang kuat menudungi, melindungi dan menjaga anak-anak di bawahnya. Namun manusia seolah buta dengan semua itu, tuli dengan seruan alam, dan tampaknya mulai kehilangan indra perasanya, yang demi kebutuhan dan kepentingannya semata melukai alam dan melanggar tatanan-tatanan keseimbangan yang ada. Di mana itu merupakan hukum yang Allah tempatkan atas bumi demi kemaslahatan semesta. Manusia yang didorong oleh laju pergerakan ekonomi demi mencukupi kebutuhannya serta hanya demi pemuasan hasratnya, bagaikan rayap yang menggerogoti rumahnya sendiri. Demi kepentingan ekonomi yang sifatnya sesaat, maka faktor ekologi menjadi korban dan tentunya itu akan mengancam umat manusia kembali. Dalam Imamat 25:18-22, sehubungan dengan perayan tahun Sabat dan tahun Yobel, manusia diingatkan agar selalu menginstrokpeksi dirinya. Seberapa jauh mereka telah melakukan dan memelihara hukum - hukum Allah tersebut demi kesejahteraan mereka sendiri. Implikasi dari penerapan hukum Allah itu berdampak pada kelangsungan hubungan mutualisme antara manusia dengan lingkungan alamnya dan juga di antara sesamanya. Allah menempatkan hukum-hukum dan aturan atas bumi ini demi keadilan-Nya dan kasih-Nya agar semua ciptaan dapat hidup dalam keteraturan dan kedamaian. Hukum alam merupakan hukum Allah sendiri; hukum yang Allah tempatkan atas semesta untuk menjaga kelangsungan dan keseimbangan ciptaan. Jaminan berkat Allah tersedia bagi setiap orang yang percaya dan taat memelihara dan melakukan fiman-Nya. Selain konsekuensi hukum alam, campur tangan Ilahi akan turun atasnya mencurahkan berkat dan membawa damai sejahtera sebagai wujud Kerajaan Allah atas bumi. 

Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA