DETAIL DOCUMENT
Kajian Eksegese tentang Makna Kasihilah Musuhmu dalam Injil Lukas 6:27-36 dan Implementasinya dalam Kehidupan Berjemaat di Gereja Toraja Jemaat Bethel Bumi Harapan Klasis Baebunta Selatan
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Kartika, Windi
Subject
BS The Bible 
Datestamp
2024-11-06 13:59:33 
Abstract :
Permusuhan dalam kehidupan berjemaat tidak dapat dihindari. Permusuhan tersebut dapat terjadi karena adanya kesalahpahaman, peristiwa yang terjadi di masa lalu seperti perebutan batas tanah dan perselingkuhan. Akibatnya, banyak anggota jemaat yang saling memusuhi dan tidak lagi mengikuti ibadah-ibadah di rumah orang yang mereka anggap sebagai musuh, tidak bersalaman dan tidak berbicara satu sama lain. Oleh karena itu, penting memiliki pemahaman mendalam tentang mengasihi musuh dalam kehidupan berjemaat. Sehingga anggota jemaat menyadari bahwa pentingnya saling mengasihi dalam sebuah persekutuan, terlebih mengasihi mereka yang telah melakukan perbuatan yang menyakiti yaitu musuh. Dalam menyelesaikan tulisan ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang data-datanya diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dalam penelitian lapangan serta studi pustaka. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 11 orang. Selain itu, metode penafsiran yang digunakan adalah penafsiran gramatikal-historis yang memperhatikan tata bahasa, kata, kalimat, dan kebudayaan dalam sebuah teks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna kasihilah musuhmu yang diperintahkan oleh Yesus dalam Injil Lukas 6:27-36 dan melihat penerapannya dalam kehidupan berjemaat di Gereja Toraja Jemaat Bethel Bumi Harapan Klasis Baebunta Selatan. Melalui tafsiran dalam penelitian ini, makna kasihilah musuhmu adalah mengasihi tanpa syarat dan tidak memperhitungkan yang dilakukan oleh orang lain termasuk hal yang menyakiti. Berdasarkan hasil penelitian, dua hal yang dilakukan oleh anggota Jemaat Bethel Bumi Harapan dalam mengasihi musuh yaitu mendoakan musuh agar menyadari kesalahan yang telah dilakukan dan memberi kepada musuh. Namun hal itu belum maksimal, sebab sebagian dari anggota jemaat tidak berkomunikasi satu sama lain, dan tidak mengikuti ibadah-ibadah yang dilakukan di rumah musuh. Kata Kunci: Mengasihi, musuh, gereja, jemaat, persekutuan. 

Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA