Abstract :
AKU ADALAH AKU. Tidak ada satu konsep yang dapat menjelaskan
tentang Aku. Yang Ilahi dalam diriNya sendiri tidak dapat dimengerti dengan
pasti namun Ia selalu mengerti siapa manusia dan ciptaannya. Dia tidak terbatas
dalam satu agama dan dogma tetapi Dia mengatasi segalanya. Dia tidak pernah
memberikan satu ketetapan yang mutlak untuk mengenalnya. Karena itu
mendekati yang Ilahi dalam berbagai konsep kiranya tidakalah menjadi batu
sandungan, tetapi merupakan suatu kekayaan akan pengenalan yang Ilahi. Karena itu janganlah seoalah-olah kita yang menentukan dan tahu persis tentang yang Ilahi itu bagi setiap orang. Marilah dengan penuh rendah hati untuk menuntun setiap orang agar sampai pada pengenalan akan yang Ilahi itu bagi dirinya sendiri tanpa harus di intervensi. Akhirnya bahwa yang Ilahi tidaklah pernah memberikan batasan untuk dikenal dan sembah tetapi Dia begitu bebas dari apapun juga. Kebebasannya mengatsai segalanya sehingga tidaklah terlalu arif untuk mengatakan bahwa yang ilahi itu hanyalah milik orang-orang tertentu saja, dalam artian hanyalah para tokoh-tokoh agama. Tidaklah terlalu arif ketika orang yang tidak satu konsep atau paham kemudian menjadi orang yang sama sekali tidak mengenal akan yang Ilahi. Akhirnya bahwa konsep kita akan yang ilahi akan menjiwai penyembahan atau cara kita mendekati akan yang ilahi. Wahyu yang disampaikan dalam berbagai periode waktu tidaklah menjadi satu-satunya ukuran untuk setiap waktu.