DETAIL DOCUMENT
Analisis Eksistensi Tata Gereja Toraja terhadap Pertumbuhan Gereja Toraja di Klasis Sigi Lore Sulawesi Tengah
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Jolianus, Jolianus
Subject
BR Christianity 
Datestamp
2024-12-02 14:50:42 
Abstract :
Gereja Toraja adalah sebuah gereja yang berawal melalui pelayanan dan pendidikan yang dilakukan oleh guru-guru sekolah Lanschap yang adalah anggota Indische Kerk-Gereja Protestan Indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1908. Gereja Toraja adalah sebuah lembaga gereja yang memiliki aturan sendiri yang akan mengarahkan jemaatnya dan juga Gereja Toraja memiliki standar sendiri untuk merumuskan teologi yang akan diajarkan kepada jemaatnya. Karena itulah adanya Pengakuan Gereja Toraja dan Tata Gereja Toraja (PGT dan TGT) adalah sebagai pijakan Gereja Toraja dalam melaksanakan misinya. Akan tetapi dengan adanya aturan yang telah berdiri sendiri, akan sulit untuk dapat berkembang diluar dari daerah Tana Toraja di karenakan adanya perbedaan adat dan budaya yang terdapar. Akan tetapi Gereja Toraja dapat mengatasi hal tersebut dengan berkembangnya gereja-gereja yang berada di luar Tana Toraja. Dalam penelitian yang akan dilakukan oleh penulis, penulis akan menganalisis melalui pengimplemantasian Tata Gereja Toraja yang digunakan oleh Gereja Toraja untuk melaksanakan pelayanannya kepada anggota jemaat. Penulis menggunakan Tata Gereja Toraja untuk menganasisis, penulis ingin menetahui secara detail dengan melihat langsung apa yang dilakukan oleh Gereja Toraja di tengah perbedaan yang ada dapat membawakan sebuah perkembangan dan dampak yang baik bagi jemaatnya. Eksistensi Tata Gereja Toraja sebagai aturan berhasil membawa pertumbuhan bagi gereja yang tidak hanya berada di wilayah Tana Toraja. Akan tetapi, keberadaan Tata Gereja Toraja telah terbukti menjadi poin penting dalam terwujudnya pertumbuhan Gereja Toraja bahkan di luar Tana Toraja secara khusus di Klasis Sigi Lore Sulawesi Tengah. Melalui pengimplementasiannya oleh anggota Jemaat Gereja Toraja Klasis Sigi lore yang dilaksanakan dengan semaksimal mungkin, Tata Gereja Toraja berhasil mengatasi adanya perbedaan budaya yang dimiliki oleh anggota jemaat Gereja Toraja Klasis Sigi Lore. Keberhasilan tersebut didukung dengan adanya kesadaran dari anggota jemaat dan pemimpin- pemimpin gereja seperti pendeta, penatua dan diaken. 
Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA