Abstract :
Gereja Toraja adalah sebuah gereja yang berawal melalui
pelayanan dan pendidikan yang dilakukan oleh guru-guru sekolah
Lanschap yang adalah anggota Indische Kerk-Gereja Protestan Indonesia
oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1908.
Gereja Toraja adalah sebuah lembaga gereja yang memiliki aturan
sendiri yang akan mengarahkan jemaatnya dan juga Gereja Toraja
memiliki standar sendiri untuk merumuskan teologi yang akan diajarkan
kepada jemaatnya. Karena itulah adanya Pengakuan Gereja Toraja dan
Tata Gereja Toraja (PGT dan TGT) adalah sebagai pijakan Gereja Toraja
dalam melaksanakan misinya. Akan tetapi dengan adanya aturan yang
telah berdiri sendiri, akan sulit untuk dapat berkembang diluar dari
daerah Tana Toraja di karenakan adanya perbedaan adat dan budaya
yang terdapar. Akan tetapi Gereja Toraja dapat mengatasi hal tersebut
dengan berkembangnya gereja-gereja yang berada di luar Tana Toraja.
Dalam penelitian yang akan dilakukan oleh penulis, penulis akan
menganalisis melalui pengimplemantasian Tata Gereja Toraja yang
digunakan oleh Gereja Toraja untuk melaksanakan pelayanannya kepada
anggota jemaat. Penulis menggunakan Tata Gereja Toraja untuk
menganasisis, penulis ingin menetahui secara detail dengan melihat
langsung apa yang dilakukan oleh Gereja Toraja di tengah perbedaan
yang ada dapat membawakan sebuah perkembangan dan dampak yang
baik bagi jemaatnya. Eksistensi Tata Gereja Toraja sebagai aturan berhasil membawa pertumbuhan bagi gereja yang tidak hanya berada di wilayah Tana
Toraja. Akan tetapi, keberadaan Tata Gereja Toraja telah terbukti menjadi
poin penting dalam terwujudnya pertumbuhan Gereja Toraja bahkan di
luar Tana Toraja secara khusus di Klasis Sigi Lore Sulawesi Tengah.
Melalui pengimplementasiannya oleh anggota Jemaat Gereja Toraja Klasis
Sigi lore yang dilaksanakan dengan semaksimal mungkin, Tata Gereja
Toraja berhasil mengatasi adanya perbedaan budaya yang dimiliki oleh
anggota jemaat Gereja Toraja Klasis Sigi Lore. Keberhasilan tersebut
didukung dengan adanya kesadaran dari anggota jemaat dan pemimpin-
pemimpin gereja seperti pendeta, penatua dan diaken.