DETAIL DOCUMENT
Tradisi Passiliran: Analisis Tradisi Menguburkan Bayi pada Batang Pohon di Kambira dalam Perspektif Teologi Kontekstual Stephen B. Bevans
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Pallatae, Biring Ere
Subject
BV Practical Theology 
Datestamp
2024-12-03 14:16:40 
Abstract :
Biring Ere Palattae (2020186004). Menyusun skripsi dengan judul ?Tradisi Passilliran: Analisis Tradisi Menguurkan Bayi pada Batang Pohon di Kambira dalam Perspektif Teologi Kontekstual Stephen B. Bevans?. Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja, dibawah bimbingan Yekhonya F.T. Timbang, M. Th dan Piter Randan Bua, SKM., M.Si. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu bagaimana pemahaman masyarakat di Desa Kambira tentang Passilliran. Sehingga untuk meneliti masalah ini, penulis menggunakan motode kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara dan analisis. Kajian ini ditulis dengan melihat tradisi Passilliran yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Kambira yang saat itu masih menganut kepercayaan Aluk Todolo. Adapun tradisi Passilliran diperuntukkan bagi bayi yang meninggal yang belum mempunyai gigi. Jadi dalam tradisi Passilliran pohon yang digunakan sebagai tempat untuk mengubur bayi yang meninggal adalah pohon Tarra?. Bayi yang meninggal yang dimasukkan ke dalam pohon tersebut dipercaya akan kembali tumbuh seiring dengan tumbuhnya pohon Tarra? tersebut. Jadi dari hasil penelitian yang dilakukan, tradisi Passilliran tidak lagi digunakan sampai pada saat ini karena masyarakat di Desa Kambira telah menganut agama Kristen. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini ialah metode penelitian kualitatif. Kata Kunci: Tradisi, Passilliran, Teologi Kontekstual, Antropologi. 
Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA