Abstract :
Membangun masa depan anak dalam satu keluarga, sangat dibutuhkan peran serta orang tua memfasilitasi, memenuhi kebutuhan anak, memotivasi, membimbing dan mengarahkan anak dalam proses menemukan jati dirinya, dan salah satu unsur yang sangat penting dalam proses
penemuan jati diri adalah melalui Pendidikan Agama Kristen.
Skripsi ini diberi judul Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga: Suatu
Tinjauan Teologis Praktis tentang Peran Orang Tua terhadap Peningkatan Minat Belajar PAK Siswa di Sekolah Dasar Negeri 199 Mappa'Kecamatan Bonggakaradeng. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat secara teologi Kristen bertanggung jawab untuk kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya atau anggota keluarganya. Nilai yang harus hidup keluarga harus dikawal dan diatur oleh Firman Tuhan. Judul ini terinspirasi dari pengamatan penulis di lingkungan masyarakat
Buakayu, di mana ada sebagian besar anak yang begitu santun dalam bergaul, pintar dan menaruh minat yang besar pada pelajaran PAK, dan sebagian kecil siswa kurang berminat belajar PAK dan cenderung acuh tak acuh terhadap PAK. Hal ini sempat mengusik penulis sehingga timbul keinginan untuk menuangkan di dalam satu tulisan. Di dalam skripsi ini dibahas tugas, peran orang tua melaksanakan PAK, mendorong dan
beijuang meningkatkan minat anak-anak dalam belajar PAK, tujuan serta hakekat PAK itu sendiri. Untuk menjawab permasalahan yang pertama. Sejauhmana/seberapa besar pengaruh peran orang tua terhadap minat belajar PAK di SDN Nomor 199 Mappa' Penulis memahami bahwa di dalam keluarga yang berusaha menghayati dan menerapkan PAK akan meningkatkan minat anak-anak belajar PAK di sekolah. Melalui
PAK dalam keluarga, orang tua beijuang menumbuhkembangkan sikap hidup anak-anaknya, dan melalui sikap hati yang positif akan membawa anak pada pengalaman nyata bahwa mereka adalah pribadi yang sangat berharga di mata keluarga dan di mata Tuhan. Penelitian membuktikan bahwa peranan orang tua berpengaruh bagi minat anak belajar PAK di sekolah, di mana pada umumnya siswa berpendapat bahwa mereka senang belajar PAK karena dialami, dibimbing dan dicontohkan orang tua mereka
dalam keluarga. Penulis memulai proses penelitian ini dari bulan November 2008 sampai dengan awal bulan Maret 2009 di 4 RT di lembang Buakayu.
Penulis menyimpulkan bahwa sikap dan perlakuan yang dialami anak dalam
keluarga, akan membentuk anak; sehingga eksistensi anak di luar akan menampilkan apa dan siapa, serta bagaimana orang tuanya membesarkan, mendampingi, dan membimbingnya.