Abstract :
Naomi (20103065), tahun 2014 menyusun skripsi dengan judul ?Studi
Tentang Penyebab Kurang Aktifnya Anak Sekolah Minggu Mengikuti Ibadah
Sekolah Minggu Di Gereja Toraja Jemaat Sumpali? Klasis Sillanan? dibawah
bimbingan Ibu Naomi Sampe M.Th dan Bapak Roby Marrung S.Th penelitian ini
dimaksudkan untuk mengetahui penyebab kurang aktifnya anak Sekolah Minggu
mengikuti ibadah Sekolah Minggu di gereja Toraja Jemaat Sumpali? Klasis
Sillanan. Anak-anak adalah masa depan gereja dan bangsa. Alkitab sangat
menekankan mengenai keharusan memberikan pendidikan kepada mereka, antara lain dari kitab UI. 6:4-7 dan Mat. 19:14. Kehadiran Sekolah Minggu yang
merangkul anak-anak merupakan wujud kepedulian gereja terhadap anak-anak
dan pelaksanaan dari amanat Allah. Kebaktian anak Sekolah Minggu merupakan
salah satu wadah Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang dikembangkan oleh
Gereja Toraja. Di dalamnya anak-anak dibina dan diarahkan dalam pengenalan
akan Tuhan melalui berbagai bentuk pelayanan, salah satunya mengadakan ibadah bersama pada hari Minggu. Orang tua harus memotivasi anak-anak mereka untuk rajin mengikuti ibadah Sekolah Minggu. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu melalui penelitian kepustakaan yakni mencari buku-buku sehubungan dengan topik kajian dan penelitian lapangan yaitu dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kurang aktifnya anak Sekolah Minggu dalam mengikuti ibadah Sekolah Minggu di gereja Toraja jemaat Sumpali? Klasis Sillanan dan temya melalui hasil penelitian wancara)menunjukkan bahwa ketidak aktifan anak Sekolah Minggu banyak
dipengaruhi oleh faktor keluarga, faktor lingkungan dan faktor dari guru-guru
Sekolah Minggu. Hasil penelitian tersebut ternyata bahwa keaktifan anak Sekolah Minggu dalam beribadah mempunyai pengaruh yang sangat positif terhadap pertumbuhan iman anak Jemaat Sumpali?. Untuk itu penulis mengharapkan upaya-upaya yang dapat mengagktifkan anak dalam beribadah dengan cara pendekatan dari guru-guru Sekolah Minggu yang dilakukan melalui pengajaran yang kreatif serta pengaruh lingkungan dan lebih penting adalah upaya orang tua yang sangat dekat dengan anak.