Abstract :
ANITA SARCE, NIRM: 20082829 tahun 2013, menyusun skripsi dengan
judul ?Pendidikan Agama Kristen yang Dilakukan oleh Keluarga yang Menikah Dini dalam Mendidik Anak Usia 6-12 tahun di Jemaat Madandan Klasis Madandan?. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaiman keluarga yang menikah dini dalam mendidik anak. Pernikahan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tetapi untuk membangun suatu rumah tangga yang harmonis dan bahagia
diperlukan persiapan diri yang matang dari kedua pihak yang akan menikah, serta umur yang matang (wanita 21 tahun dan pria 22 tahun). Namun masih ada remaja yang melakukan pernikahan dini. Dengan usia yang masih muda maka, hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk meneliti orangtua yang menikah dini dalam mendidik anak dalam keluarga. Hal inilah yang dilakukan sebagian pemuda-pemudi Kristen di Jemaat Madandan, Klasis Madandan. Karena usia yang masih mudah mengakibatkan mereka kurang memahami tujuan pernikahan yang sebenarnya, yakni sebagai kesempatan
bagi tiap-tiap pribadi untuk saling menolong dan melayani. Sehingga anak dari keluarga yang menikah dini kurang mendapatkan didikan dari orangtua dan mengakibatkan anak jarang pergi ke sekolah minggu, serta perstasi anak di sekolah kurang. Dalam merampungkan skripsi ini, metode yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penulis melakukan studi pustaka dan studi lapangan, yakni melakukan observasi dan wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada responden. Data yang sudah terkumpul akan dianalisis
dan hasil dari analisis tersebut adalah keluarga yang menikah dini dalam lingkup Jemaat Madandan, belum memahami tentang tugas dan tanggung jawabnya dalam keluarga sebagai pendidik yang pertama dan utama.
Kurangnya pemahaman keluarga yang menikah dini di Jemaat Madandan
tentang pendidikan yang utama dalam keluarga maka majelis geija harus memberi perhatian untuk memberi pemahaman. Dan juga bagi pemuda-pemudi yang akan menikah harus betul-betul mempersiapkan diri baik fisik maupun mental. Agar setiap anggota keluarga mengetahui tugas dan tanggung jawabnya.