Abstract :
Monika Mangiri?, NIRM 2006 2182 dalam karya Penerapan Strategi
Pengajaran Yesus, dengan sub judul Tinjauan Dedaktis Metodis Penerapan
Strategi Pengajaran Yesus oleh Guru PAK terhadap Spiritualita Siswa kelas X
Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Kristen Tagari Rantepao Kabupaten
Toraja Utara. Strategi pembelajaran adalah suatu perencanaan yang disusun untuk mencapai sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam setiap pembelajaran. Strategi dalam pembelajaran mengandung arti bagaimana guru merencanakan kegiatan mengajar dan pengajaran harus berkaitan dengan strategi yang akan digunakan dengan langkah-langkah yang efektif dan efisien, namun fakta dilapangan tidak sesuai yang diharapkan, dimana Pendidikan Agama Kristen di sekolah sering berjalan seadanya hanya mengajar dan memenuhi tuntutan kurikulum karena dianggap bukan materi pelajaran yang penting dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Selain itu juga guru-guru PAK hanya sekadar mentransfer (ilmu pengetahuan) dan memenuhi target sehingga belum sampai pada penanaman nilai-nilai iman Kristen bagi peserta didik sehingga sekolah sering mengalami kegagalan dalam membentuk karakter, moral dan etika siswa. Dalam perkembangan spiritualitas siswa, guru PAK harus menerapankan Strategi pengajaran Yesus dalam pengajaran Pendidikan Agama Kristen di sekolah, dimana strategi pengajaran Yesus Kristus selalu membawah perubahan yang besar dalam diri setiap orang yang mendengar pengajaran-Nya, meneladankan sikap baik sebagai Guru Agung, membangkitkan rasa ingin tahu yang besar dalam diri peserta didik-Nya, sehingga pengajaran Yesus patut diteladani dalam penyelenggaraan Pendidikan Agama Kristen, karena Yesus memiliki kualitas seorang Guru. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui Observasi (pengamatan) dan Quisioner (angket). Melalui skripsi ini diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan khususnya guru PAK supaya dalam proses belajar mengajar dapat menerapkan strategi pengajaran Yesus, dan
lebih memperhatikan tugas baik tanggung jawabnya kepada anak didiknya
khususnya menjadi pendidik yang utama dalam perkembangan spiritualitas siswa di sekolah.