Abstract :
Upacara Rambu Solo? merupakan sebuah aluk yang telah diwarisi oleh
masyarakat Toraja Dalam upacara rambu Solo? dikenal adanya tahapan ritual
Ma?pasonglo?. Ma?Pasonglo' adalah proses pemindahan jenazah dari rumah
tongkonan kc rante untuk pelaksanaan upacara yang hal ini berhubungan dengan tingkatan rapasan melalui stratifikasi sosial. Pada proses pelaksanaan ritual tersebut,terlihat tentang simbol-simbol yang dipakai seperti bombongan/gong, tombi?, belo tedong, kerbau, t o ma?katia ,tau-lau, lamba- lamba. Mengenai hal tersebut, banyak orang yang kurang memiliki memahami betul akan makna yang terkandung dari ritual itu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna teologis Ma?Pasonglo? sesuai dengan pemahaman iman Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan terjun ke lapangan dalam mengamati proses ritual, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna ritual Ma'Pasonglo? yaitu
suatu upacara keagamaan dimana memuat sikap sebagai gambar dan rupa Allah untuk hidup saling berbagi dengan sesama seperti halnya dalam proses pelaksanaan Ma?Pasonglo? akan berbagi akan hewan sembelihan bagi kalangan masyarakat. Memuat juga perilaku dengan menghargai/menghormati orang yang meninggal sebagai bentuk rasa cinta kasih yang telah dibangun persekutuan kekeluargaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam sebuah kesatuan yang utuh. Setiap umat Allah mampu untuk hidup saling berpandanan Injil dalam menjalin hubungan yang dapat dilihat dalam 1 Petrus 3:8 yang menyatakan bahwa ?Dan akhirnya, hendaklah kamu sei sekata, seperasaan, mengasihi saudara-
saudara, penyanyang dan rendah hati?. Kata kunci: Ritual Ma ?Pasonglo ?, Upacara Rambu Solo ?, dan Rapasan.