Abstract :
Sinthia Tombilayuk 2220186121 Hati yang Terluka Studi Kasus Konseling Pastoral Perempuan yang Mengalami Luka Batin di Gereja Toraja Jemaat Kalaulu ditinjau dari Teknik REBT. Luka batin dapat dikatakan sebagai beban emosi pada pola berpikir dari pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, yang membawa pada beliefs system atau berpikir irasional dalam diri individu. Luka batin akibat gagal nikah merupakan peristiwa yang tidak mudah untuk dilupakan. Pendekatan konseling pastoral dilakukan kepada perempuan yang mengalami luka batin akibat gagal menikah dengan upaya menolong individu menghilangkan pikiran irasional secara berlebihan yang dapat menghambat kehidupannya. Melalui metode penelitian studi kasus yang digunakan sebagai penyelidikan untuk mengetahui kejadian bahkan permasalahan individsu lalu mencari sebuah alternatif guna memperoleh penyelesaian. Agar memperoleh informasi yang pasti maka memerlukan sumber data primer dan sekunder untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pikiran irasional yang dominan dapat membuat perasaan, bahkan perilaku seseorang tidak logis. Untuk itu teknik REBT merupakan hal yang efektif yang dapat digunakan untuk menolong seseorang untuk lebih rasional dalam menanggapi segala peristiwa yang terjadi. Kata kunci: Konseling Pastoral, Luka Batin, Teknik REBT.