Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Langi’, Natalia Pasila Kandang
Subject
BV Practical Theology
Datestamp
2024-12-17 07:30:30
Abstract :
Natalia Pasila Kandang Langi? (20133733) Tahun 2017 menyusun
Skripsi dengan Judul: Analisis Kritis Tentang Kepemimpinan Pendeta Sebagai
Motivator dalam Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Jemaat Karmel Batupakka,
Klasis Rembon. Di bawah bimbingan Pdt. Dr. Joni Tapingku, M.Th., dan Roby
Marrung, S.Th. Penulis membahas topik ini, karena pendeta selaku pemimpin jemaat sekaligus menjadi seorang motivator bagi jemaat secara khusus dalam
persekutuan pemuda belum nampak maksimal sebagaimana yang seharusnya
dilakukan seorang pemimpin dalam hal ini pendeta sebagai motivator bagi warga jemaat. Olehnya itu, penulis tertarik untuk melihat dan mengkaji lebih jauh terkait dengan masalah tersebut, seperti yang dituangkan dalam tulisan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepemimpinan pendeta sebagai motivator dalam persekutuan pemuda Gereja Toraja, Jemaat Karmel Batupakka, Klasis Rembon dengan rumusan masalah: bagaimana kepemimpinan pendeta sebagai motivator dalam persekutuan pemuda Gereja Toraja Jemaat Karmel Batupakka, Klasis Rembon. Menjawab permasalahan di atas, maka penulis melakukan penelitian lapangan dengan menggunkan metode kualitatif yakni meneliti sumber-sumber yang berkaitan dengan topik tersebut, dan juga melalui wawancara dan observasi dengan harapan untuk memperoleh data yang dapat menunjang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pendeta sebagai motivator bagi pemuda belum maksimal. Pemimpin dalam hal ini pendeta sudah memberikan perhatian kepada pemuda tetapi hanya sebatas melayani ibadah pemuda. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi yakni pemimpin hanya fokus pada pelayanan jemaat seperti hanya pelayanan mimbar dan pelayanan ibadah rumah tangga jadi tugas pendeta dipahami seakan-akan hanya sebatas pelayanan mimbar dan pelayanan rumah tangga saja, tidak menyadari betul tugasnya atau tidak memegang betul tugas-tugasnya, pemimpin melaksanakan tugasnya dengan seadanya dalam artian bahwa asalkan sudah melakukan ibadah, tidak turun langsung mengunjungi jemaat dan juga pemimpin bergaul hanya dengan orang-orang yang tertentu saja.