Abstract :
Yunus Sake: Upaya Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen
Ranah Afektif Melalui Metode Pembelajaran Inquiri Bagi Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 156 Buntu Kecamatan Gandangbatu Sillanan
Penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan bahwa nilai Afektif siswa
masih sangat minim yang indikasinya diakibatkan oleh berbagai macam faktor salah satunya adalah penerapan metode pembelajaran yang masih monoton ceramah. Oleh karena itu penelitian ini dimaksudkan bertujuan untuk mengetahui apakah melalui penerapan metode pembelajran Inquiri dapat meningkatkan prestasi belajar PAK Ranah afektif bagi siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 156 Buntu Kecamatan Gandangbatu Sillanan
Penelitian ini menjadikan landasan teori yang berhubungan dengan topik yang akan diteliti baik menyangkut konsep Pendidikan agama Kristen dari para pakar maupun alkitab sendiri, konsep metode pembelajaran Inquiri, serta konsep hasil belajar afektif dan beberapa elemen yang bersangkut dengan penilaian tersebut. Untuk memperoleh data di lapangan maka metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian tindakan Kelas karena penelitian ini melekat pada proses pembelajran di kelas yang lebih banyak dilakukan melalui pengamatan. Dengan demikian, setelah di analisis hasil penelitian maka kesimpulan sebagai jawaban atas permasalahan dapat dilukiskan bahwa (1) Rata-rata hasil belajar Pendidikan Agama Kristen pada ranah Afektif siswa Kelas V SDN 156 Buntu sebelum diberikan tindakan berada pada kategori kurang yang dilihat dalam perolehan nilai afektif pada aspek perilaku jujur, bertanggungjawab, percaya diri, tulus, saling menghargai dan sikap santun menunjukkan nilai yang dominan pada
kategori kurang dan cukup. Artinya karakter atau perilaku siswa belum terbentuk melalui proses pembelajaran yang dilakukan. Sedangkan setelah diberi tindakan pemberlakuan metode pembelajaran inquiri hasil belajar Pendidikan Agama Kristen ranah Afektif siswa menunjukkan perkembanagan yang sangat signifikan. Khususnya pada pertemuan ke 7 nilai afektif siswa dominan berada pada kategori Baik (B) dan sanagat baik (A). (2) Teijadinya peningkatan aktivitas siswa mengikuti pembelajaran yang merupakan perilaku afektif siswa berupa kerjasama yang diperlihatkan siswa dalam kelompoknya berupa perhatian siswa terhadap teman kelompoknya,kejujuran, tanggungjawab, keberanian dan rasa percaya diri
siswa, ketulusan, hubungan yang baik dalam proses belajar mengajar sesuai
dengan hasil observasi yang dilakukan selama penelitian.