Abstract :
Lanny Puspita, 1020164943 menyusun skripsi dengan judul: ?Analisis
Pendidikan Agama Kristen Menetralisir Sindrom Sarang Hampa Bagi Manusia
Usia Lanjut di Gereja Toraja Jemaat Tanete Klasis Nanggala Karre?. Dibimbing
oleh Dr. I Made Suardana, M.Th dan Yanni Paembonan, M.Pd.K. Tujuan dari
penulisan ini adalah untuk menganalisis Pendidikan Agama Kristen menetralisisr
sindrom sarang hampa bagi usia lanjut di Gereja Toraja jemaat Tanete Klasis
Nanggala Karre. Metode penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian
kualitatif. Sindrom sarang hampa merupakan penyakit yang secara alami dirasakan oleh usia lanjut. Pada masa ini, usia lanjut akan banyak mengalami perasaan kesepian akibat ditinggalkan oleh keluarga, kerabat, ataupun orang-orang yang dicintai. Memasuki fase usia lanjut adalah suatu anugerah dari Tuhan. Usia lanjut seringkali menjadi pertanda bahwa seseorang masih diberikan karunia untuk memiliki umur panjang dan semakin berhikmat. Berhikmat karena memiliki banyak pengalaman di masa muda sehingga menjadi pelajaran yang berharga di masa tua untuk lebih bijaksana. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa memasuki usia lanjut rentan terhadap perubahan fisik dan emosional. Salah satunya adalah penyakit sindrom sarang hampa atau empty ness syndrom yang diderita oleh usia lanjut. Gereja mempunyai tugas yang penting dalam melakukan upaya Pendidikan Agama Kristen untuk menolong usia lanjut menghadapi sindrom sarang hampa melalui program-program khusus untuk usia lanjut. Berdasarkan hasil penelitian, program yang direalisasikan dalam bentuk Pendidikan Agama Kristen dalam jemaat dan melibatkan usia lanjut yaitu Ibadah, perkunjungan, dan diakonia. Ketiga program tersebut telah berhasil menetralisir sindrom sarang hampa bagi usia lanjut di Gereja Toraja Jemaat Tanete Klasis Nanggala Karre.