Abstract :
Meri Saratu?, 2010, menyusun skripsi dengan judul Yesus Sebagai
Pendidik, dengan sub judul Tinjauan Teologis Praktis Tentang Guru
Kristen dalam Menjalankan Tanggung Jawab Sebagai Pendidik di SDN
No. 222 Inpres Pali Kecamatan Bittuang Kabupaten Tana Toraja.
Dengan dosen pembimbing DR. Maidiantinus Tanyid, M.Th, sebagai
dosen pembimbing pertama dan Alfrida L. Membala M. Pd. K, sebagai
dosen pembimbing kedua. Tulisan dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru Kristen dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pendidik dan sejauh mana guru Kristen menjalanakan tanggung jawabnya di SDN No. 222 Inpres Pali dan sekitarnya. Dalam melakukan penelitian, metode yang penulis gunakan yaitu metode penelitian kualitatif, ada dua Teknik yang penulis gunakan dalam peneltian yaitu teknik analisis dalam bentuk observasi/pengamatan secara langsung di tempat penelitian dan wawancara secara langsung dengan informan. Pada dasarnya tanggung jawab guru sebagai pendidik dalam dunia pendidikan adalah hak dan kewajiban mutlak bagi setiap pendidik yang diberikan Allah kepadanya yang harus dilaksanakan. Pendidikan ada bukan karena kehendak manusia melainkan kehendak Allah sendiri, dengan kata lain pendidikan ada karena adanya tanggung jawab yang harus diemban dalam penyataan visi, misi Allah. Guru atau pendidik di SDN No 222 Pali harus menyadari bahwa dirinya mempunyai tanggung jawab yang harus dilaksanakan, dan melihat tanggung jawab itu sebagai tugas yang mulia. Berdasarkan hasil penelitian di SDN No 222 Inpres Pali, guru Kristen dalam menjalankan tanggung jawabnya sudah cukup baik karena menggunakan beberapa model bukan hanya terfokus pada satu model tetapi juga menggunakan model yang lain. Dalam melaksanakan pembelajaran guru menghasilkan hasil yang baik khususnya menyangkut pertumbuhan rohani, bahkan perubahan peserta didik dalam hal yang mereka belum tahu menjadi tahu itu terbukti melalui cara guru kristen
dalam mendidik peserta didik di SDN No 222 Inpres Pali. yang perlu
ditingkatkatkan adalah cara atau model yang tepat dan relevan dalam
mendidik, membimbing, mengarahkan peserta didik, lebih memahami
yang menjadi kebutuhan peserta didik. Sehingga memperoleh kenaikan
kelas yang layak bukan karena terpaksa.