Abstract :
Penelitian ini membahas peran guru Sekolah Minggu dalam pembentukan karakter anak usia 8-12 tahun di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Buntukasisi. Masalah utama adalah perilaku berbicara anak yang tidak sopan, seperti penggunaan kata-kata kasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mendidik, membimbing, dan membentuk karakter anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa guru mendidik dan membimbing anak dengan berbagai cara seperti menegur, mendoakan, dan membina anak-anak. Kesimpulan penelitian menyatakan pentingnya peran guru dan kolaborasi dengan orang tua dalam membentuk karakter anak. Saran diberikan untuk pelatihan guru yang lebih intensif guna meningkatkan kualitas pengajaran dan pembentukan karakter yang lebih baik.
Kata Kunci: Guru Sekolah Minggu, pembentukan karakter, anak usia 8-12 tahun, perilaku berbicara.
ABSTRACK
This study examines the role of Sunday School teachers in shaping the character of children aged 8-12 years at the Toraja Mamasa Congregation, Buntukasisi Church. The main issue is the impolite speaking behavior of children, such as the use of harsh words. The study aims to analyze the role of teachers in educating, guiding, and shaping children's character. The research employs a descriptive qualitative method using interviews, observations, and documentation. The results show that teachers educate and guide children through various means such as reprimanding, praying, and mentoring them. The study concludes the significance of teachers' roles and collaboration with parents in character development. Recommendations include more intensive teacher training to improve the quality of teaching and foster better character formation.
Keywords: Sunday School Teachers, character formation, children aged 8-12 years, speaking behavior.