Abstract :
SAMAK (20123465), Menyusun skripsi dengan Judul: SINETRON, Sub
Judul Dampak Tayangan Sinetron bagi Perilaku Remaja Umur 12-15 Tahun di
Gereja Toraja, Jemaat Wonosari, Klasis Kalaena, di bawah bimbingan Alfrida L Membala, M.Pd.K dan Rannu Sanderan, M.Th. Televisi memberikan dampak yang luar biasa besarnya bagi kehidupan masyarakat. Bahkan kehadirannya, langsung atau tidak langsung berpengaruh
pada perilaku dan pola pikir anak-anak. Hal tersebut dapat dilihat secara kontras pada perkembangan psikologis maupun sosial anak-anak secara khusus bagi anak remaja yang dalam masa penjajakan untuk mengetahui jati dirinya dan cenderung terbuka terhadap hal-hal atau ide-ide yang baru sehingga kerap meniru dan mencoba apa yang mereka dapatkan dan lihat sebagai sesuatu yang baru dalam hidup mereka. Tayangan-tayangan tersebut mempertontonkan hal-hal yang dapat memberi efek negatif pada anak remaja. Kecenderungan sebagian mereka mengikuti pola hidup dan prilaku dari masing-masing pemain yang mereka idolakan. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan dampak
dari tayangan sinetron bagi perilaku remaja di Gereja Toraja, Jemaat Wonosari, Klasis Kalaena. Untuk meneliti dan mendalami hal tersebut di atas, maka penulis menggunakan penelitian pustaka untuk mengkaji secara teoritis dan penelitian lapangan dengan metode observasi (pengamatan) wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tayangan sinetron membawa dampak, baik positif maupun negatif, bagi remaja di Gereja Toraja Jemaat Wonosari, Klasis Kalaena. Dampak positif tayangan sinetron adalah, pertama. membuka cakrawa berpikir remaja dalam hal perkembangan teknologi sehingga mereka dapat menggunakan alat-alat teknologi yang memungkinkan mereka belajar dengan baik. Kedua, beberapa bagian tayangan sinetron dapat menumbuhkan karakter Kristiani dalam diri remaja, misalnya suka menolong. Sedangkan dampak negatif adalah, pertama, para remaja kecanduan menonton tayangan sinetron sehingga menghalangi mereka untuk bekeija dan belajar. Hal
ini akan berdampak lagi pada penundaan penyelesaian pekeijaan di rumah dan prestasi belajar remaja di sekolah. Kedua, remaja cenderung mengidolakan pemain sinetron yang ada di sinetron sehingga remaja mengikuti setiap penampilan, tatanan rambut, gaya bicara, dan sikap untuk dihidupi dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, tayangan sinetron yang berbau kekerasan dan berbagai hal negatif lainnya sering diikuti oleh remaja, misalnya tawuran, geng motor, berperilaku kasar dan sebagainya.