Abstract :
Masalah putus sekolah adalah persoalan yang terus kita jumpai dalam
kehidupan masyarakat. Dari dulu para pemerhati terus mencari penyebab mengapa mereka harus berhenti sekolah, tetapi persoalan ini terus berada dalam sebuah ?lingkaran setan?, yang sulit terpecahkan. Lalu di mana peran orang-orang terdekat, seperti orangtua, ataupun guru sebagai penanggungjawab terhadap pendidikan anak-anak. Dilapangan ditemukan bahwa mereka yang mengalami putus sekolah lebih banyak disebabkan oleh alasan-alasan yang bersifat klasik. Faktor keterbatasan ekonomi paling dominan menjadi alasan utama, di samping alasan faktor lingkungan
sekolah itu sendiri yang kurang bersahabat, serta faktor dari lingkungan pergaulan dalam masyarakat. Hal yang sangat perlu diketahui, yang mungkin kurang mendapat perhatian selama ini adalah bahwa rata-rata anak yang mengalami putus sekolah adalah mereka yang berasal dari keluarga yang orangtuanya memiliki pendidikan yang sangat minim. Sehingga memunculkan juga pemahaman yang juga sangat minim terhadap arti dan tujuan pendidikan, lalu pemahaman yang minim ini juga kemudian diwariskan kepada anak-anaknya. Akibatnya, anak merasa nyaman dan terbiasa dengan keberadaannya yang tanpa disadari sedang terancam masa depannya. Mengubah sesuatu dengan sekejap, mungkin bukanlah sebuah persoalan yang mudah. Tetapi harapan penulis bahwa dari usaha yang mungkin kurang berarti menjadi perlahan berarti, dari mengungkap setitik persoalan akan perlahan
membukanya menuju kepada titik terang. Karena itu, keinginan ini terwujud lewat usaha untuk meneliti faktor-faktor yang menyebabkan anak putus sekolah, yang dianggap sebagai langkah awal dalam upaya tindak lanjut menemukan solusi untuk keluar dari persoalan ini.