Abstract :
Aris Bidang (2120164698), Tahun 2020, Kajian Teologis Makna
Nyanyian Mazmur 134 Dalam Akta Pemberkatan Nikah Menurut Badan Pekerja
Sinode Gereja Toraja. Di bawah bimbingan Yohanes Krismantyo Susanta,
M.Th selaku pembimbing I dan Roby Marrung M.Th selaku pembimbing II.
Kata Kunci : Nyanyian Mazmur 134. Penulisan Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tentang apa makna teologis yang terkandung dalam Nyanyian Mazmur 134 menurut Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja sehingga ditetapkan sebagai nyanyian yang wajib dalam akta pemberkatan nikah.
Penulis membahas topik ini dengan berangkat dari mengapa Badan
Pekerja Sinode Gereja Toraja hanya menetapkan satu Nyanyian yang di
pakai dalam akta Pemberkatan Nikah, padahal masih ada nyanyian yang juga
bisa dipakai dalam akta Pemberkatan Nikah. Hasil yang ditemukan penulis
dilapangan ialah bahwa Nyanyian Mazmur 134 mengandung Makna Teologis
yang sangat mendalam mengenai Berkat yang disampaikan dan berkat itu yang
akan terus mengiring perjalan kehidupan pernikahan dengan penuh berkat dari
Tuhan. Disisi lain bahwa Nyanyian Mazmur 134 merupakan nyanyian yang
diwariskan oleh Sending yang harus tetap di wariskan dari generasi-kegenerasi.
Dalam kurun waktu mulai Badan Pekeija Sinode Gereja Toraja berdiri pada
Tahun 1947 Nyanyian Mazmur 134 memang sudah dipakai dalam setiap akta
khusunya akta Pemberkatan Nikah. Hingga sampai sekarang Nyanyian tersebut
masih dipakai dan bahkan tidak pernah diganti dengan nyanyian yang lain.
Namun Gereja Toraja yang kaya akan banyak nyanyian-nyanyian yang dipakai
dalam ibadah-ibadah dalam hal ini Badan Pekeija Sinode Gereja Toraja
seharusnya juga membuka peluang sehingga nyanyian-nyanyian lain yang berisi
tentang berkat juga bisa digunakan. Setelah menelah kajian ini, penulis menyimpulkan tulisan ini, sekaligus mengajukan harapan bahwa Gereja Toraja yang kaya akan nyanyian-nyanyian juga menggunakan nyanyian yang berisi tentang berkat dalam akta pemberkatan nikah dan juga Pimpinan Badan Pekeija Sinode Gereja Toraja bekeija sama dengan Komisi Liturgi dan Musik Gereja Toraja untuk membuat nyanyian yang khusus bagi setiap akta secara khusus akta Pemberkatan Nikah.
ABSTRACT
Aris Bidang (2120164698), 2020, Theological Study of the Meaning of
Singing Psahn 134 in the Marriage Blessing Deed according to the Badan
Pekerja Sinode Gereja Toraja. Under the guidance of Yohanes Krismantyo
Susanta, M.Th as supervisor I and Roby Marrung M.Th as mentor II.
Keywords: Song ofPsalm 134. The purpose of this thesis is to find out what the theological meaning is contained in the Song of Psalm 134 according to Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja so that it is determined as a compulsory song in the marriage blessing certificate. The author discusses this topic by starting from why Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja only stipulates one Song that is used in the Marriage Blessing deed, even though there are still songs that can also be used in the Marriage Blessing deed. The result that the writer found in the field was that the Song ofPsalm 134 contained a very deep theological meaning of the Blessings that were delivered and those blessings that would continue to accompany the joumey of married life with full blessings from God. On the other hand, the Song of Psalm 134 is a song inherited by Sending which must be passed down from generation to generation. During the period when Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja was established in 1947, the song ofPsalm 134 has indeed been used in every deed, especially the certificate of the Blessing of Marriage. Until now this song is still used and never even replaced by another song. However, the Toraja Church, which is rich in many songs used in Services, in this case Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, should also open up opportunities so that other songs about blessings can also be used.
After examining this study, the author concludes this paper, as well as
proposing the hope that the Toraja Church which is rich in songs also uses songs
containing blessings in the marriage blessing certificate and also the Chairperson of Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja in collaboration with Komisi Liturgi dan Musik Gereja Toraja to make a special song for each deed especially the certificate of the Blessing of Marriage.