Abstract :
Yulfandri HS. 20113284. Jurusan: Teologi Kristen. Judul Skripsi:
Reinterpretasi Pemikiran Gandhi Tentang Satyagraha dan Relevansinya
Bagi Relasi Islam-Kristen di Indonesia. Pembimbing I Daud Sangka
Palisungan, M.Si. Pembimbing II Ivan Sampe Buntu. M.Hum.
Situasi Indonesia dewasa ini menunjukkan bahwa kekerasan menjadi
senjata utama dalam memperjuangkan sesuatu atau pun sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Situasi ini serentak menghasilkan begitu banyak korban. Korban itu pada umumnya berasal dari kaum kecil dan yang tak berdaya. Situasi ini pada umumnya terjadi dalam lingkaran dunia dunia politik juga agama. Bertolak dari kenyataan atau fakta yang terjadi di Indonesia di mana kekerasan sering bahkan selalu menjadi senjata utama dalam mengatasi sebuah persoalan atau masalah, maka penulis merasa perlu untuk mencoba menggali nilai-nilai agung pemikiran
pejuang kemerdekaan India yakni Mahatma Gandhi. Dalam menyelesaikan penulisan karya ini, penulis menggunakan metode kepustakaan. Selain itu, penulis juga berusaha untuk mengkonteskan konsep Mahatma Gandhi dengan praktek hidup yang sudah dan sedang berlangsung di Indonesia. Dengan itu, penulis mencoba juga untuk meramu dan
memahami serta menganalisa beberapa persoalan kekerasan yang terjadi di
Indonesia sambil berpatok pada konsep satyagraha sebagai alternatif solusi yang dianjurkan. Berpantang kekerasan berarti mempercayai keadilan. Tanpa ini, kesediaan menjalani penderitaan mustahil dijalankan. Keadilan tak bisa dicapai dengan berbalas kekerasan. Ahimsa bukan mengelak diri dari perkelahian melawan ketakadilan. Sebaliknya, ini adalah pertarungan yang lebih aktif dan nyata melawan kejahatan. Karena balas dendam sejatinya hanya menambah daftar kejahatan. Demikianlah prinsip Gandhi dalam memaknai perjuangan semasa hidupnya.